Wednesday , November 21 2018
Home > Mancanegara > Indonesia Diundang Meksiko Dalam Project Harbor Dev
Indonesia Diundang Meksiko Dalam Project Harbor Dev

Indonesia Diundang Meksiko Dalam Project Harbor Dev

Pemerintah baru Meksiko ingin mengundang negara-negara Indonesia dan Asia Oceania untuk ambil bagian dalam pengembangan proyek pelabuhan di Southern Mexico, sebuah proyek yang akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah AMLO di masa mendatang. enam tahun.

Duta Besar Indonesia untuk Meksiko Yusra Khan membuat pernyataan sehubungan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia Eximbank dan Bancomext. Ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pengusaha Indonesia di Meksiko.

Duta besar itu mengatakan tawaran itu sejalan dengan komitmen Presiden Meksiko yang baru, Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO), untuk mengembangkan infrastruktur di Meksiko Selatan.

Menurut Duta Besar Indonesia, AMLO membuat tawaran itu saat menerima sembilan Duta Besar dari negara-negara Asia dan Oceania, Australia, Filipina, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Thailand, dan Vietnam.

Yusra Khan mengatakan kepada koresponden Antara di London pada hari Kamis bahwa MoU telah ditandatangani pada akhir pekan di Nusa Dua, Bali, antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) dan Lembaga Ekspor dan Impor Meksiko (Banco Nacional de Comercio Exterior, Sociedad Nacional de Credito atau Bancomext).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BOD sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly dan CEO Bancomext Francisco Gonzales Diaz sebagai tindak lanjut dari upaya untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral Indonesia-Meksiko.

Duta besar Yusra Khan menyambut baik penandatanganan MoU antara Indonesia Eximbank dan Bancomext, sebagai upaya untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Meksiko, terutama mendorong surplus perdagangan Indonesia dengan Meksiko.

Berdasarkan data di Kementerian Perdagangan, nilai ekspor migas dan non-migas Indonesia ke Meksiko pada tahun 2017 mencapai US $ 986,5 juta. Angka ini lebih tinggi dari pada 2016 yang tercatat US $ 815,1 juta.

Impor minyak / gas dan nonmigas Indonesia dari Meksiko tercatat sebesar US $ 219,6 juta. Angka ini juga meningkat selama tahun 2016 yang tercatat US $ 177,0 juta. Secara keseluruhan pada tahun 2017 Indonesia menikmati surplus US $ 63 juta.

Duta besar Yusra Khan mengatakan selain meningkatkan nilai perdagangan, penandatanganan MoU antara Indonesia Eximbank dan Bancomext diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pengusaha Indonesia di Meksiko.

Sebagai tanggapan atas undangan AMLO pada 25 September atau tiga minggu sebelum penandatanganan MoU antara Indonesia Eximbank dan Bancomext di Bali, kedutaan Indonesia di Mexico City memfasilitasi pertemuan dua perusahaan milik negara Indonesia, PT INKA dan PT Barata Indonesia, dengan CEO Bancomext Francisco Gonzales Diaz di Mexico City.

Pertemuan antara dua perwakilan BUMN Indonesia dengan Bancomext adalah untuk mengkonfirmasi dukungan Bancomext sebagai lembaga pembiayaan ekspor dan impor jika kedua BUMN Indonesia tertarik dengan proyek yang sedang dibangun di Meksiko.

Diharapkan PT INKA, PT Barata Indonesia dan industri strategis lainnya di Indonesia seperti PT PINDAD dan PT PAL dapat dilibatkan dalam proyek pengembangan pelabuhan di Southern Mexico, antara lain melalui penyediaan lokomotif, kereta gerobak, komponen kereta api dan bagian sebagai serta dukungan alat berat lainnya untuk kegiatan pelabuhan.

Penandatanganan MoU antara Indonesia Eximbank dan Bancomext, lembaga pembiayaan ekspor dan impor adalah yang kedua dari yang pertama setelah yang pertama dilakukan pada tahun 2013.

Hal ini menunjukkan meningkatnya rasa saling percaya antara kedua pihak dan keinginan untuk terus meningkatkan hubungan keuangan dan kerjasama keuangan Indonesia-Meksiko.

Check Also

BPOM: Indonesia Unggul Dalam Pengembangan Teknologi Vaksin

BPOM: Indonesia Unggul Dalam Pengembangan Teknologi Vaksin

Indonesia, anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC), unggul dalam hal pengembangan teknologi vaksin, Kepala Badan Pengawasan …