Thursday , November 22 2018
Home > News > Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa
Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa
Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa

Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa

Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa – Ketua Umum Zulkifli Hasan menemani Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno blusukan di Kota Bandung. Dalam salah satu rangkaian acara, Ketua MPR itu menimlai studi banding perintah ke luar negeri dinilai sudah kuno. Hal tersebut disampaikan saat dirinya melakukan silahturahmi dengan ormas Muhammadiyah di Jalan Sancang, Kota Bandung, selasa (16/10).

“Indonesia kalau mau maju tidak usah studi banding ke luar negeri, Eropa, itu kuno. Belajar aja ke Muhammadiyah,” kata pria yang akrab disapa Zulhas. Menurutnya, apa yang tertuang dalam Pancasila sudah dilakukan oleh organisasi Muhammadiyah. Poin Bhineka Tunggal Ika, dirinya mencontohkan dengan bidang pendidikan atau kesehatan yang diterapkan oleh Muhammadiyah saat ini.

Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa – “Lihat ke Sorong (Papua), Di sekolah Muhammadiyah enggak ditanya agamanya. Di rumah sakit ditanya enggak agama, atau ormasnya. Semuanya bisa masuk,” katanya. Lalu poin demokrasi yang tertuang dalam sila keempat yakni permusyawaratan perwakilan pun diterapkan dalam sistem organisasi Muhammadiyaj. Sehingga potensi bermusuhan dan saling sikut dapat ditekan dengan baik.

“Pemilihan ketua Muhammadiyah kan musyawarah dulu, lalu ada kesepakatan. Kan begitu,” imbuh Zulhas. Dalam kesempatan itu dirinya mengaku berhati hari dalam menyampaikan sesuatu yang berbau dengan kampanye. Alasannya adalah tempat penyelenggaraan acara dilangsungkan di aula Mujahidin yang masih satu blok dengan masjid.

Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa – Namun dirinya menyiasati dengan menanyakan sejumlah pertanyaan kepada simpatisan. “Negeri sekarang kalau pergi ke mana sudah bagus apa belum? Gaduh saling lapor polisi, saling sikut, saling mencela, saling menista atau damai?” Seketika jawaban simpatisan berteriak dengan jawaban “Tidak,”.

“Sudah damai atau belum? Baik atau belum? Harga naik atau turun? Pengeluaran nambah atau ngga? Mau begini terus atau? Saya cuman nanya, enggak kampanye nih,” ujar Zulhas. Pertanyaan itu dijawab dengan teriakan simpatisan “Ganti (presiden),”.

Indonesia Jika Ingin Maju Tidak Perlu Studi Banding Ke Eropa – “Kira-kira kader Muhammadiyah jadi wapres, keren ga? Saya nanya bukan kampanye,” ucapnya. Dijawab dengan teriakan simpatisan “Keren,”. Kader Muhammadiyah yang dimaksud Zulhas adalah Sandiaga Uno.

“Indonesia sangat bisa maju asalkan semuanya bersatu. Makanya wapresnya harus bisa damai, jangan marah, harus beretika. Saya mengajak bekerja keras agar Indonesia lebih baik dan berkemajuan,” jelas dia.

Baca juga ; Timses Jokowi Ajak Debat Dengan Data Atas Pernyataan Waketum Gerindra

Check Also

Tolak Perda Berbasis Agama Ketua Umum PSI Dilaporkan Ke Bareskrim

Tolak Perda Berbasis Agama Ketua Umum PSI Dilaporkan Ke Bareskrim

Tolak Perda Berbasis Agama Ketua Umum PSI Dilaporkan Ke Bareskrim – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia …