News

Indonesia Menerima Penghargaan Literasi Dunia

Indonesia menerima penghargaan literasi kelas dunia yang diselenggarakan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB. Penerima penghargaan adalah BASAbali Wiki, sebuah organisasi di Bali yang berupaya melestarikan Bali melalui penciptaan kamus digital bahasa Bali. Untuk upaya melestarikan bahasa lokal, BASAbali menerima Hadiah Konfusius UNESCO untuk Literasi. Selain Indonesia, ada dua negara lain yang menerima penghargaan serupa, yaitu Kolombia dan Italia. Penghargaan ini diserahkan oleh Asisten Direktur Jenderal Pendidikan UNESCO, Stefania Giannini kepada Direktur BASA Gde Nala Antara di Markas Besar UNESCO, Paris, Senin. Nala didampingi oleh Direktur Jenderal PAUD dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar dan Surya Rosa Putra, Delegasi Permanen Republik Indonesia untuk UNESCO.Stefania mengatakan tahun ini UNESCO merayakan Hari Literasi Internasional dengan tema Literacy and Multilingualism, karena literasi telah koneksi dengan bahasa. Berdasarkan data dari Institut Statistik UNESCO, pada 2019 ada sekitar 750 juta orang dewasa di dunia yang memiliki kemampuan melek dasar yang terbatas.

Saat ini ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan di lebih dari 200 negara, tetapi ada 2.680 bahasa yang hampir punah, katanya dalam rilis yang diterima oleh Direktur BASAbali, Gde Nala Antara mengatakan program BASAbali menggabungkan upaya untuk melestarikan bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa. Pria yang juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Udayana ini mengatakan program yang ia kembangkan adalah integrasi pengembangan bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpustakaan virtual. Sejak diluncurkan pada 2011, BASAbali Wiki telah digunakan oleh lebih dari 500 ribu orang, katanya. menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASAbali memiliki tim ahli yang memeriksa setiap kosakata yang diunggah di halaman mereka.basabali.org Mereka juga menghadirkan kosakata bahasa Bali yang disalin ke bahasa Indonesia dan Inggris. Surya Rosa Putra menekankan bahwa penghargaan ini adalah pengakuan dunia. Indonesia telah menjadi referensi untuk implementasi program literasi. Penghargaan ini juga bukan yang pertama kali di tahun 2012, Indonesia juga menerima penghargaan serupa, yaitu UNESCO King Sejong Literacy Prize. Berdasarkan data UNESCO pada tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau paling banyak dari 29 negara yang ditargetkan oleh pengembangan literasi UNESCO, katanya. Harris Iskandar, yang juga merupakan Komite Pengarah Aliansi Literasi Dunia UNESCO, menekankan bahwa kunci keberhasilan BASAbali adalah melestarikan bahasa melalui penggunaan teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah hasil kolaborasi dengan akademisi, pemerintah daerah, seniman, dan berbagai komunitas untuk berpartisipasi dalam mengembangkan aplikasi BASAbali. Bahasa daerah memiliki repertoar atau kosa kata yang sangat beragam. Ini bisa memperkaya bahasa Indonesia.
Pemerintah telah mencoba memfasilitasi pengadopsian kosakata bahasa Indonesia baru dari bahasa daerah.

Leave a Reply