Monday , October 22 2018
Home > Mancanegara > INDONESIA MENGEKSPOR AGAMA PADA KELUARGA BERENCANA
INDONESIA MENGEKSPOR AGAMA PADA KELUARGA BERENCANA
INDONESIA MENGEKSPOR AGAMA PADA KELUARGA BERENCANA

INDONESIA MENGEKSPOR AGAMA PADA KELUARGA BERENCANA

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mempromosikan pendekatan Indonesia dalam menggabungkan para pemimpin agama dalam kampanye keluarga berencana di luar negeri, menggambarkan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan penggunaan kontrasepsi.

Annette Sachs Robertson, seorang perwakilan UNFPA Indonesia, mengatakan pada hari Selasa bahwa para pemimpin Islam di negara-negara lain sering dianggap keluarga berencana dan penggunaan kontrasepsi sebagai tidak dapat diterima untuk Muslim, tidak seperti banyak pemimpin agama Indonesia yang percaya perencanaan keluarga adalah bagian dari ajaran Islam.

Robertson mengatakan para pemimpin agama di Indonesia juga telah mengambil bagian dalam mempromosikan kesehatan ibu dan bayi.

“[Mereka mengatakan kepada penganut Muslim] untuk tidak memiliki anak jika mereka terlalu muda atau terlalu tua [untuk melahirkan anak-anak],” katanya. “Dan mereka juga memberi tahu orang-orang untuk tidak memiliki anak untuk segera atau terlalu banyak.”

UNFPA, bekerja sama dengan BKKBN, telah mengundang sejak 2013 pemimpin agama dari setidaknya 20 negara Afrika dan Asia – terutama mereka yang memiliki populasi Muslim besar – ke Indonesia untuk belajar tentang keluarga berencana dari para pemimpin Muslim.

Di antara negara-negara tersebut adalah Afghanistan, Nigeria, dan Nigeria – di mana angka prevalensi kontrasepsi berada pada 25, 16 dan 21 persen masing-masing pada tahun 2017.

“Beberapa [20 negara] bahkan meminta staf kami, staf BKKBN dan beberapa ahli untuk mengunjungi negara mereka dan mengadakan sesi pelatihan untuk para pemimpin Muslim mereka,” kata Robertson.

Sesi pelatihan terbaru didirikan di Mindanao, rumah bagi mayoritas Muslim di Filipina yang mayoritas Katolik, awal tahun ini.

Petugas program UNFPA Indonesia untuk advokasi Samidjo mengatakan Mindanao “melakukan apa yang dilakukan Indonesia dalam menjalankan program keluarga berencana”.

Misalnya, Indonesia memiliki program konseling pra-kelahiran di mana pasangan yang terlibat menerima pendidikan tentang kesehatan dan reproduksi, serta program keluarga berencana, sementara Mindanao memiliki program konseling paska-pernikahan.

“Mengapa pascakelahiran [konseling]? Karena di Mindanao, dilarang bagi pasangan Muslim untuk bertemu sebelum mereka menikah secara resmi, ”kata Samidjo, seraya menambahkan bahwa program konseling diselenggarakan oleh badan-badan keagamaan negara-negara, dengan badan Indonesia adalah Kantor Urusan Agama.

Baik Robertson dan Samidjo berbicara kepada The Jakarta Post di sela-sela konferensi antar-menteri tentang Kerjasama Selatan-Selatan dan Segitiga (SSTC), yang berlangsung di Bali dari Selasa hingga Kamis.

Indonesia dan Filipina telah berkolaborasi dalam program keluarga berencana Mindanao sejak 2013, yang mengarah ke peningkatan tingkat prevalensi kontrasepsi (CPR) di Mindanao.

CPR di Mindanao meningkat menjadi 40 persen pada 2017 dari 30 persen pada 2013, namun jauh di bawah 63,6 persen di Indonesia.

Indonesia dan Filipina akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pertukaran pemimpin agama untuk membantu mempromosikan program keluarga berencana di Mindanao pada hari terakhir pertemuan SSTC. Kesepakatan itu akan bertujuan memperpanjang pakta lima tahun yang serupa, yang akan segera berakhir.

BKKBN mengklaim sukses dalam meningkatkan CPR Indonesia dari 61,9 persen pada 2012 menjadi 63,6 persen pada tahun 2017.

Sebelum 2012, negara ini mengalami sedikit kemajuan, dengan meningkatnya konservatisme yang sering disalahkan karena merongrong upaya untuk meningkatkan CPR, yang hanya meningkat 2 persen dari 60 persen antara 2002
dan 2012.

Pertemuan SSTC, dihadiri oleh setidaknya 250 pejabat dari 45 negara anggota, diharapkan untuk mengatasi tantangan penduduk dan pembangunan di negara berkembang, dikelompokkan bersama sebagai Global South.

Check Also

TRUMP MENGINGKARI ORANG SAUDI PADA WARTAWAN DAN MENGATAKAN KEBENARAN

TRUMP MENGINGKARI ORANG SAUDI PADA WARTAWAN DAN MENGATAKAN KEBENARAN

Presiden Donald Trump pada hari Rabu membantah menutup-nutupi bagi sekutu Arab Saudi dalam dugaan pembunuhan …