Uncategorized

INGIN MELANGSUNGKAN PERNIHAKAN , HINDARILAH PERNIKAHAN DINI KARENA INI BACA PENJELASAN DIBAWAH INI

INGIN MELANGSUNGKAN PERNIHAKAN , HINDARILAH PERNIKAHAN DINI KARENA INI BACA PENJELASAN DIBAWAH INI-Belum lama ini, viral sebuah video yang menceritakan anak berusia 10 tahun asal Iran yang dipaksa menikah pria berusia 22 tahun yang tidak lain dan tidak bukan adalah sepupu dari anak itu sendiri. Tentu saja, video ini tentu menuai kecaman dari berbagai banyak pihak, mengetahui bahwa sang anak masih terlalu dini untuk menikah. Ditambah lagi, pernikahan yang dilangsungkan termasuk pernikahan sedarah.

Berbekal 14 koin emas dan 50 juta tomans yang merupakan mata uang lokal negara tersebut, sang anak akhirnya menerima pria tersebut sebagai suaminya. Jumlah yang memang tidak sedikit, karena jumlah mahar tersebut sekitar Rp125,6 juta. Oleh karena kemarahan publik, otoritas setempat akhirnya membatalkan pernikahan sedarah dengan beda usia 12 tahun tersebut.

INGIN MELANGSUNGKAN PERNIHAKAN , HINDARILAH PERNIKAHAN DINI KARENA INI BACA PENJELASAN DIBAWAH INI

Berapa Usia Menikah yang Ideal?
Sayangnya, pihak keluarga dari dua belah pihak masih berencana untuk menikahkan pasangan muda itu kembali meski telah dibatalkan. Memang, di negara tersebut, gadis boleh menikah jika orangtua telah mengizinkan. Namun, dengan usia minimal 13 tahun. Jika masih di bawah batas minimal, dibutuhkan persetujuan pihak lain, dalam hal ini hakim, sebelum ia bisa menikah.

Di Iran, setidaknya ada 17 persen gadis yang menikah ketika usia mereka belum genap 18 tahun alias masih di bawah umur, berdasarkan data dari Amnesty International. Padahal, berdasarkan peraturan yang termuat dalam Artikel 50 Undang-Undang Keluarga Iran, setiap pria yang menikahi gadis di bawah umur bisa terancam hukuman pidana minimal 6 bulan dan maksimal 2 tahun.

INGIN MELANGSUNGKAN PERNIHAKAN , HINDARILAH PERNIKAHAN DINI KARENA INI BACA PENJELASAN DIBAWAH INI

Sementara itu, di Indonesia, belum lama ini DPR mengesahkan peraturan baru mengenai batas usia minimal seorang Warga Negara Indonesia bisa melangsungkan pernikahan. Berdasarkan revisi UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pada Pasal 7 yang mengatur tentang batasan usia yang dibolehkan melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun. Lalu, berapa sebenarnya usia ideal untuk menikah?

Berdasarkan data dari National Survey of Family Growth (NSFG), Nicholas Wolfinger, pakar sosiologis mengungkapkan menikah setelah usia 30-an lebih berisiko daripada menikah di usia akhir 20-an. Lalu, ia pun mengemukakan bahwa usia terbaik untuk menikah adalah antara 28 hingga 32 tahun. Apa alasannya?

INGIN MELANGSUNGKAN PERNIHAKAN , HINDARILAH PERNIKAHAN DINI KARENA INI BACA PENJELASAN DIBAWAH INI

Setelah lima tahun menikah, pasangan yang menikah saat remaja memiliki risiko perceraian sebesar 38 persen, termasuk pula mereka yang berusia awal dua puluhan berisiko tinggi, yaitu sebesar 27 persen. Selanjutnya, ada penurunan kuat untuk pasangan yang menikah antara usia 25 dan 29 tahun (sebesar 14 persen) dan usia 30 hingga 34 tahun (sebesar 10 persen).

Apa Dampak Menikah Terlalu Dini?
Profesor Matt Johnson dari University of Alberta menuturkan bahwa pasangan yang menikah mengurangi tingkatan stres, merasa lebih bahagia, dan memiliki harga diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Namun, beda ceritanya kalau pasangan menikah terlalu dini.

INGIN MELANGSUNGKAN PERNIHAKAN , HINDARILAH PERNIKAHAN DINI KARENA INI BACA PENJELASAN DIBAWAH INI

Menikah lebih awal meningkatkan faktor risiko terjadinya depresi pada masing-masing pasangan. Mereka akan mengakhiri jenjang pendidikan lebih cepat, memulai karier lebih cepat, dan memiliki anak lebih awal. Bisa saja, kehidupan ini sebenarnya bukan kehidupan yang mereka inginkan, sehingga stres dan depresi bisa muncul seiring dengan waktu dan berakhir dengan perceraian pada akhirnya.

Inilah mengapa, penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk menikah. Pasalnya, menikah bukan hanya sekadar hidup berdua dengan pasangan. Ada banyak sekali hal yang harus dipikirkan dan dipertimabangkan, terutama kesiapan mental. Tidak ada salahnya bertanya pada ahli psikologi,

Leave a Reply