Gaya hidupKesehatanNews

Inilah Resiko Dan Tantangan Di Bulan Puasa Bagi Penderita Diabetes

Inilah Resiko Dan Tantangan Di Bulan Puasa Bagi Penderita DiabetesInilah Resiko Dan Tantangan Di Bulan Puasa Bagi Penderita Diabetes

Inilah Resiko Dan Tantangan Di Bulan Puasa Bagi Penderita Diabetes. SARANANKRI – Ramadhan adalah momen penting yang tak seorang pun mau ketinggalan, tak terkecuali mereka yang menderita diabetes tipe 2. Namun, di sisi lain, puasa adalah kegiatan yang menantang bagi mereka karena mereka harus mengubah pola makan mereka sambil mengendalikan kadar gula darah dan menggunakan insulin dengan tepat.

BACA JUGA : Tak Semua Dokter Menyampaikan 7 Hal Tentang Kesehatan Seksual Berikut Ini

Saat berpuasa, ada banyak tantangan dan risiko yang dihadapi oleh penderita diabetes tipe 2, seperti memburuknya kontrol gula darah, hipoglikemia, dan risiko dehidrasi. Saat menahan rasa lapar dan haus, penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko hipoglikemia.

Sementara itu, saat berbuka puasa mereka terkena risiko peningkatan kadar gula darah dan puasa Ramadhan dapat mempengaruhi penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, seperti peningkatan jaringan dan berkurangnya massa otot yang mempengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.

Pada dasarnya, penderita diabetes tipe 2 mungkin berpuasa. Namun, mereka juga perlu memahami tantangan dan risiko yang dihadapi saat menjalankannya. Pasien diabetes tipe 2 diminta untuk tidak berubah terlalu banyak, disarankan untuk mendapatkan asupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka puasa, kata internis, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA pada program diskusi media Bagaimana Pasien Diabetes di Kota-Kota Dapat Berpuasa dengan Novo Nordisk.

Selain itu, mereka juga wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, dan makanan dan minuman manis dan selalu mematuhi kalori yang bisa dikonsumsi. Pasien juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui solusi terbaik baik dari segi diet dan perawatan selama puasa, lanjutnya.

Pendidikan mengenai prosedur puasa untuk pasien diabetes tipe 2 sangat penting, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, terutama dengan studi Riskesdas 2018 yang menunjukkan bahwa DKI Jakarta sekarang menempati peringkat pertama sebagai kota dengan prevalensi diabetes mellitus tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan pemeriksaan gula darah, orang dengan diabetes mellitus di Indonesia naik menjadi 8,5% dari 6,9% pada 2013. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan prevalensi diabetes tertinggi di Indonesia dan persentase meningkat dari 2,5% pada 2013 menjadi 3,4% pada 2018 .

BACA JUGA : 5 Perilaku Seks Menurut Kepribadiannya, Termasuk Yang Mana Kamu?

Meskipun jumlah penderita diabetes terus meningkat, masih banyak penderita diabetes yang tidak terdiagnosis karena kurangnya pemahaman publik tentang diabetes dan manajemennya, kata Dr. Dwi Oktavia T.L. Handayanl, M. Epid sebagai Kepala Divisi P2P Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Leave a Reply