Wednesday , November 21 2018
Home > Ekonomi > INILAH YANG DI MINTA JOKOWI KEPADA PIHAK INDUSTRI KEUANGAN KARENA KONDISI EKONIMI SAAT INI.

INILAH YANG DI MINTA JOKOWI KEPADA PIHAK INDUSTRI KEUANGAN KARENA KONDISI EKONIMI SAAT INI.

Presiden Joko Widodo atau yang kerab di sapa Jokowi yang telah meminta kepada pihak sektor keuangan agar tidak menerapkan kebijakan wait and see karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini kondusif bagi perkembangan usaha.

jokowi juga mengatakan bahwa Jika industri keuangan hanya menunggu dan melihat, kapan akan bertindak?” Presiden Jokowi mengatakan pada Rapat Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Jakarta.

Dirinya juga mengatakan bahwa jika pelaku ekonomi tetap menunggu karena pemilihan kepala daerah secara simultan (pilkada) akan berlangsung pada tahun 2018, maka mereka mungkin tidak akan pernah berinisiatif karena ada pilkada setiap tahun. “Apa yang kamu tunggu?”.

Presiden Jokowi juga berharap supaya segara urusan politik dapat dipisahkan dari urusan ekonomi maupun bisnis. “Biarkan pemilu dan ekonomi berjalan berdampingan. Perekonomian dijalankan di jalur ekonomi, dan politik tetap dimainkan di jalur politik,” katanya.

Dilain itu Jokowi juga mengingatkan industri keuangan, terutama perbankan, harus berkonsentrasi pada kegiatan di luar sekedar mengumpulkan dana.

“Kalau tidak, debitur bank akan tetap berhutang,” tegasnya.

Dia menyatakan pemerintah mendorong masyarakat untuk terhubung dengan sistem perbankan.

Pemerintah menerapkan program sertifikasi kehutanan dan sertifikat tanah, dan proyek semacam itu yang terkait dengan sektor perbankan.

Dirinya juga menjelaskan bahwa “Pada tahun 2017, sebanyak lima juta sertifikat diterbitkan; tahun ini, target kami adalah tujuh juta sertifikat.

Dirinya juga menyebutkan bahwa dari 126 juta bidang tanah yang ada, saat ini hanya 46 juta yang memiliki sertifikat tanah, dan 80 juta bidang tanah belum mendapatkan sertifikat. “Jika dalam setahun, hanya 500 ribu sertifikat yang dikeluarkan, maka kita perlu puluhan tahun untuk menyelesaikan sertifikasi tanah,” katanya.

Presiden juga meminta kepada pihak BUMN , BUMD, dan juga bank untuk memeriksa model pembiayaan, terutama pembiayaan infrastruktur, untuk mengurangi ketergantungan pada APBN. Anggaran negara untuk kepentingan rakyat, tegasnya.

Dilain itu jokowi juga menambahkan bahwa dari Daerah juga bisa menerbitkan obligasi lokal, tapi dana tersebut harus digunakan untuk membangun infrastruktur yang produktif.

Check Also

Anies Baswedan Gelar Reuni besar peringati kelahiran Nabi di Jakarta.

Anies Baswedan Gelar Reuni besar peringati kelahiran Nabi di Jakarta.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan 212 Persaudaraan Alumni (PA 212) tidak dilarang mengadakan reuni besar …