Monday , October 22 2018
Home > Mancanegara > Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel
Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel
Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel – Istana Negara menepis saran yang dibuat oleh Partai Politik Demokrat bahwa di balik artikel Asia Sentinel yang pedas menuduh partai dan pemimpinnya sekaligus Mantan Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini dikatakan terlibat dalam kasus Bank Century.

Tuduhan itu, kata seorang pejabat istana senior, tidak masuk akal.

Artikel itu berdasarkan laporan investigasi yang diajukan ke Mahkamah Agung Mauritian (MAM), menyoroti tuduhan bahwa pemerintahan Bapak Yudhoyono telah terlibat dalam “konspirasi kriminal besar” yang menipu dana sebesar 12 miliar US $ dari pembayar pajak Indonesia dan mencuci nya di luar negeri.

Pihak tersebut membantah klaim yang dibuat dalam artikel itu dan mengancam akan menuntut Asia Sentinel untuk menjalankan ceritanya.

Rachland Nashidik selaku Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, membawa ke Twitter untuk menyatakan kecurigaannya bahwa Istana di bawah pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Pak Jokowi juga ikut terlibat dalam penerbitan artikel tersebut.

Rachland Nashidik sebuah mengunggah gambar yang menampilkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan pendiri Asia Sentinel Lin Neumann dalam foto grup ke akun Twitter pribadinya @RachlanNashidik pada hari Selasa pagi, 18 September 2018, ketika ia menulis di posnya, “Apakah Istana Negara terlibat dalam memfitnah Bapak SBY?

Baca Juga : M. Taufik Percaya Dirinya Akan Dinominasikan Mengisi Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel – Beberapa jam setelah mengunggah foto Bapak Moeldoko, Bapak Rachland Nashidi juga memposting foto Presiden Jokowi bersama Lin Neumann yang juga direktur pelaksana Kamar Dagang Amerika (AmCham) Indonesia, ke akun Twitter pribadinya dan menyebutkan akun twitter Presiden sendiri.

Pertanyaan kami adalah apa agenda tersembunyi dari organisasi perdagangan AS ketika memiliki hubungan dengan Sir Lin Neumann yang media aktif dalam memfitnah kamp saingan @jokowi menjelang Pemilihan Presiden 2019 yang akan datang?” Rachland menulis dalam akun Twitternya.

Partai Politik Demokrat kembali mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan, menantang pemilihan kembalinya Pak Jokowi yang berjalan dengan ulama Muslim Kiai Ma’ruf Amin.

Istana Negara Menepis Saran Demokrat Mengenai Artikel Asia Sentinel – Johan Budi selaku Juru bicara Kepresidenan, menepis tuduhan Bapak Rachland Nashidik. “Istana Negara tidak memiliki kepentingan dalam hubungan Pak SBY dan Pak SBY dengan Pak Jokowi baik saja,” kata Bapak Johan Budi.

Sementara itu, Pak Moeldoko menjelaskan bahwa gambar itu diambil selama diskusi yang diadakan antara Kantor Eksekutif Presiden dan AmCham pada bulan Mei lalu, pada kesempatan yang mereka bicarakan tentang investasi AS di Indonesia.

Pensiunan Jendral mengklaim bahwa dia tidak tahu kalau Lin Neumann juga salah satu pendiri Asia Sentinel.

Saya bahkan tidak terlibat dalam komunikasi orang ke orang karena waktu yang terbatas,” kata Bapak Moeldoko, menambahkan bahwa dia tidak berbicara dengan Lin Neumann secara pribadi, apalagi membahas kasus tentang Bank Century.

Tuduhan itu memang tidak masuk akal,” tambahnya.

Check Also

Sandiaga Mengulang Pesan Ekonomi Yang Sebelumnya Telah Disampaikan Ma'ruf

Sandiaga Mengulang Pesan Ekonomi Yang Sebelumnya Telah Disampaikan Ma’ruf

Sandiaga Mengulang Pesan Ekonomi Yang Sebelumnya Telah Disampaikan Ma’ruf – Presiden Joko Widodo atau yang …