Wednesday , June 20 2018
Home > Politik > JAWABAN ROY SURYO ATAS PERSOALAN ANTASARI AZHAR

JAWABAN ROY SURYO ATAS PERSOALAN ANTASARI AZHAR

SARANANKRIRoy Suryo yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat menyampaikan atas terkait tak dilanjutkannya laporan Antasari Azhar tentang adanya rekayasa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang dulu.

Sebab, nama Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut aktor perekayasa yang menyebabkannya dibui.

“Kami bersimpatik yang terjadi pada Pak Antasari, tetapi simpatik kami sayangnya dibalas yang tidak manis, ketika Pak Antasari melakukan konfrensi pers dengan menyatakan SBY tahu,” kata Roy di warung daun, Jakarta, Sabtu 20 Mei 2017.

BACA JUGA : MEDIA DILARANG MELIPUT RAPAT KERJA NASIONAL PARTAI PDIP DI HOTEL GRAND BALI

Dirinya juga pastikan bahwa SBY sebagai orang yang sangat ‘lurus’. Sehingga, tidak mungkin ikut campur urusan dalam orang lain, termasuk persoalan kerabatnya semasa dirinya masih menjadi presiden.

“Jadi, kasus yang dialami Antasari tidak mungkin dilakukan intervensi oleh Presiden diwaktu itu. Waktu itu, kami melaporkan Pak Antasari Azhar oleh tim hukum kami, karena statement Pak Antasari tidak mendasar dan kami sayangkan,” kata Roy.

Menurut dirinya bahwa setelah bebas dari bui seharusnya Antasari bisa lebih berpikir bijak dan menjadi negarawan. Tapi ternyata Antarsari malah masuk ke dalam ranah politik dalam konteks pilkada.

“Tapi malah kemudian ikut seolah-olah seperti termanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu, datang ke debat Pilkada, dan inilah Tuhan, Allah SWT tidak pernah tidur,” kata Roy.

BACA JUGA : BADAN KHUSUS PANCASILA YANG DI USULKAN OLEH MANTAN KETUA DPR

Dirinya juga sangat mengharapkan, Antasari dapat menerima langkah kepolisian yang tidak bisa meneruskan laporannya soal dugaan adanya rekayasa kasusnya. Apalagi pelaporan Antasari yang dianggap memang tidak terdapat bukti baru.

“Jadi, konferensi pers Antasari, Bareskrim yang harus pertanggung jawabkan, karena dilakukan tepat pada tanggal 14 Februari sehari sebelum pelaksanaan pilkada Jakarta. Walapun mas Agus tidak masuk di Pilkada DKI, tetapi kami tidak pernah menyebut itu akibat dari Pak Antasari,” kata Roy.

Check Also

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

KPK : WALIKOTA BLITAR TERIMA DANA SUAP SEBESAR Rp 1,5 M

SARANANKRI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar menerima Rp1,5 miliar …