Sunday , December 16 2018
Home > Gaya hidup > Jika Pasangan Tak Pernah Berselisih, Nyatanya Pasangan ini Belum Tentu Bahagia
Jika Pasangan Tak Pernah Berselisih, Nyatanya Pasangan ini Belum Tentu Bahagia

Jika Pasangan Tak Pernah Berselisih, Nyatanya Pasangan ini Belum Tentu Bahagia

Pertengkaran adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Konflik yang terjadi antar pasangan merupakan ‘bumbu’ yang terkadang juga bisa semakin memperkuat ikatan antara mereka berdua.

Lalu, apa yang terjadi jika pasangan tak pernah terlibat konflik? Apakah ini juga merupakan pertanda yang bagus dalam sebuah hubungan?

Psikolog bernama Joshua Klapow juga mengatakan, beberapa pasangan mampu menjalin hubungan tanpa adanya perdebatan karena mereka mampu mengomunikasikan keinginan, kebutuhan, preferensi dan juga pendapat mereka dengan cara yang dapat diterima satu sama lainnya.

Pasangan yang terlihat “adem ayem” bukan berarti sama sekali tak pernah berselisih. Hanya saja, kata Klapow, mereka mampu menyelesaikan perselisihan itu.

Atau setidaknya, mereka yang saling mendengar dan saling berusaha untuk memperbaiki konflik.

“Pasangan yang berkomunikasi secara jujur, otentik, dan fokus pada berbagai informasi serta saling belajar untuk mengalah, cenderung lebih sedikit berdebat,” ucapnya.

Perbedaan pendapat tersebut tidak berlanjut menjadi sebuah perdebatan. Kuncinya, pasangan tersebut mampu mengelola konflik yang dihadapi agar tak berubah menjadi sebuah pertengkaran.

Di sisi lain, jika pasangan tidak pernah mengalami pertengkaran karena bertekad untuk menghindari semua konflik, terlepas dari bagaimana hal tersebut mempengaruhi mereka, hal ini justru akan berakibat fatal untuk sebuah hubungan.

“Emosi yang terkait dengan perbedaan pendapat ini juga masih ada, bahkan dapat membuat sebuah hubungan akan semakin renggang,” kata Klapow.

Selain itu, menghindari konflik juga dapat menyebabkan miskomunikasi dan juga salah persepsi tentang kualitas hubungan.

Mereka yang terus berusaha menghindari konflik, secara sadar atau tidak, ini dapat membenci pasangannya karena mengabaikan emosi mereka sendiri.

Namun, jika kita tak yakin mengapa hubungan jarang diwarnai oleh yang namanya konflik, Klapow juga menyarankan kita untuk menanyakan beberapa hal dalam diri.

Tanyakan pada diri kita sendiri, apakah ada topik, masalah, dan situasi yang kita rasa memiliki persepsi yang berbeda dengan pasangan.

Kita juga perlu menanyakan kepada diri kita sendiri apakah hal yang dapat menyebabkan kita menghindar dari konflik dengan pasangan.

Bisa jadi, kita menghindari konflik karena takut akan adanya pertengkaran, takut akan apa yang mungkin dikatakan atau dilakukan oleh pasangan, atau mungkin, kita takut jika pertengkaran itu akan merusak hubungan kita.

Selain itu juga, malas untuk berkomunikasi dengan si dia bisa menjadi alasan kita untuk menghindari pertengkaran.

Jika salah satu dari hal yang disebutkan di atas ini menjadi alasan kita untuk menghindari konflik, bisa jadi itu pertanda bahaya bagi hubungan kita.

“Artinya kita memiliki masalah komunikasi yang lebih besar, dan kurangnya perdebatan sebenarnya merupakan tanda dari itu semua,” katanya.

Intinya, hal ini juga dapat mengalami pertengkaran atau tidak dalam sebuah hubungan bukan tolak ukur kebahagiaan dalam kehidupan asmara.

Klapow juga mengatakan pasangan yang tak pernah berdebat, karena mampu mengelola konflik dengan sehat adalah pasangan yang paling berbahagia.

Sebaliknya, mereka yang justru terlihat akur karena takut untuk menghadapi konflik, itulah pasangan yang sebenarnya menyimpan banyak prahara dalam hubungannya.

Check Also

Mengenal Tentang "Pink Tax" dan Penyebab Harga Produk Perempuan Jauh Lebih Mahal dari Laki-Laki

Mengenal Tentang “Pink Tax” dan Penyebab Harga Produk Perempuan Jauh Lebih Mahal dari Laki-Laki

Jika diperhatikan secara saksama, pakaian anak perempuan memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan …