Monday , July 16 2018
Home > Gaya hidup > JOKOWI MEMBANTING PROGRAM GO GREEN
JOKOWI MEMBANTING PROGRAM GO GREEN
JOKOWI MEMBANTING PROGRAM GO GREEN

JOKOWI MEMBANTING PROGRAM GO GREEN

Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah mengkritik penghijauan dan program restorasi lahan yang dia gambarkan sebagai dekoratif murni tanpa tindak lanjut yang nyata.

“Selama bertahun-tahun kami telah melakukan tindakan monoton tanpa ada perubahan. Anggaran [untuk penanaman pohon] di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan besar tapi di mana pepohonannya? Dimana tanaman hijau itu? Siapa yang bisa menunjukkannya kepada saya ?, “kata Presiden saat sambutannya menandai Hari Penanaman Pohon Indonesia dan Bulan Penanaman Pohon Nasional 2017 di Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu.

Dia menyindir bahwa setiap tahun ada acara penanaman pohon seremonial yang mahal untuk 1 juta pohon, yang jika dieksekusi dengan benar, akan terlihat Indonesia tenggelam oleh pepohonan.

“Pohon anakan setinggi 30 sentimeter ditanam tanpa ada dana untuk pemeliharaan, bagaimana bisa mereka bertahan?” Katanya.

Program penanaman kembali tidak hanya melibatkan kegiatan penanaman pohon, kata Jokowi, namun juga proses perawatan intensif untuk melestarikan dan meningkatkan pertumbuhan.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, peringatan tahun ini bertujuan mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dalam pengelolaan hutan dan pertanahan.

Dengan sekitar 3.000 petani yang tinggal di desa tersebut, ada 45.000 bibit buah, jati dan akasia di lahan seluas 15 hektar, yang juga merupakan habitat kera ekor panjang, katanya.

Pemerintah juga akan menyediakan 50 juta pohon untuk mendukung program 25 pohon yang ditanam untuk setiap warga per tahun. Program sejauh ini telah melihat 2,7 juta pohon ditanam di 5.463 ha lahan di seluruh nusantara, Siti menambahkan.

Check Also

PETANI MENGGANTI TANAMAN MEMBUAT PRODUKSI KAKAO INDONESIA MENURUN

PETANI MENGGANTI TANAMAN MEMBUAT PRODUKSI KAKAO INDONESIA MENURUN

Petani kakao terbesar di Asia memiliki masalah cokelat. Produksi kakao di industri 130-tahun di Indonesia …