Uncategorized

Jokowi Menyiapkan Peraturan Pengendalian Tuberkulosis

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mempersiapkan peraturan untuk memberantas tuberkulosis (TBC) di Indonesia, menurut Ketua Forum Stop TB Partnership for Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro.

“Satu hal yang disoroti oleh (presiden) untuk memastikan kelancaran kerja sama di antara kementerian dan lembaga adalah bahwa dia sedang mempersiapkan peraturan presiden tentang memerangi TBC,” kata Panigoro setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka di Jakarta, Senin.

Melalui peraturan presiden, tidak hanya Kementerian Kesehatan tetapi juga Kementerian Dalam Negeri dan kementerian terkait lainnya dapat mengambil bagian dalam upaya untuk memberantas TBC, katanya.

“Seperti yang kita semua tahu, daerah di Indonesia memiliki otonomi yang kuat, sehingga bupati, termasuk gubernur dan bupati, memainkan peran yang sangat penting,” katanya.

Sebagai organisasi sipil, FSTPI tetap bertekad untuk memerangi TBC di Indonesia, ia menekankan.

“Apa yang kami lakukan hanya memerangi TB atau TBC. Kami akan melaporkan hal ini kepada presiden Indonesia, Cina, dan India yang menjadi saksi jumlah kasus TBC terbesar di dunia, sehingga mereka harus serius dalam memberantasnya,” dia telah menyatakan.

Kementerian Kesehatan hanya bertugas memerangi TB. Namun, mengingat masalah besar, kementerian akan merasa sulit untuk bekerja sendiri, ia menunjukkan.

“Sebagai organisasi sipil, kami benar-benar bersedia membantu pemerintah,” katanya.

Dunia telah menetapkan target untuk menjadi bebas TBC dalam waktu satu dekade, atau pada tahun 2030, katanya.

“Ini bukan tugas yang mudah untuk diselesaikan di Indonesia,” tegasnya.

Laporan TBC global yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa tidak ada satu negara pun yang bebas dari penyakit ini.

Pada tahun 2017, diperkirakan 842 ribu orang Indonesia telah tertular TB, disebabkan oleh virus mycobacterium tuberculosis, yang 23 ribu di antaranya mengembangkan resistansi obat terhadap penyakit ini.

Hampir 75 persen penderita TB di Indonesia berasal dari kelompok usia produktif.

Situasi ini merupakan ancaman untuk memenuhi salah satu agenda rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024 di mana negara ini berupaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.

TB adalah penyakit global yang ditemukan di setiap negara di dunia. Ini adalah penyebab infeksi utama kematian di seluruh dunia.

Pada tahun 2018, diperkirakan 10 juta orang telah mengontrak TB di seluruh dunia yang terdiri dari 5,7 juta pria, 3,2 juta wanita, dan 1,1 juta anak-anak. Kasus-kasus ini melampaui negara dan kelompok umur.

WHO memperkirakan bahwa 1,8 miliar orang — hampir seperempat dari populasi dunia — terinfeksi Mycobacterium tuberculosis ( M.tb ).

Leave a Reply