Monday , October 22 2018
Home > News > JOKOWI UNTUK PERTAMA KALINYA BERTEMU DENGAN PENGUNJUK RASA KAMISAN
JOKOWI UNTUK PERTAMA KALINYA BERTEMU DENGAN PENGUNJUK RASA KAMISAN

JOKOWI UNTUK PERTAMA KALINYA BERTEMU DENGAN PENGUNJUK RASA KAMISAN

SarnaNKRI JOKOWI UNTUK PERTAMA KALINYA BERTEMU DENGAN PENGUNJUK RASA KAMISAN Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu korban dan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu yang secara teratur berpartisipasi dalam protes mingguan yang dikenal sebagai Kamisan, kata seorang aktivis hak asasi manusia terkemuka.

Kamisan adalah protes diam yang diadakan setiap hari Kamis yang menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan kasus pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu. Rencana untuk bertemu para pengunjuk rasa datang setelah pertemuan antara Jokowi dan aktivis hak asasi manusia pada hari Rabu.

Baca Juga :  PUTRA PRESIDEN MEMBUKA GERAI KULINER DI MEDAN

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan Jokowi telah mengklaim bahwa selama bertahun-tahun ia telah mencoba untuk menerima para korban dan orang-orang yang selamat, tetapi mereka selalu menolak untuk bertemu dengannya.

“Jadi saya memberi tahu Jokowi bahwa jika dia serius ingin bertemu dengan peserta Kamisan, kita harus menjadwalkan pertemuan,” kata Usman kepada wartawan.

JOKOWI UNTUK PERTAMA KALINYA BERTEMU DENGAN PENGUNJUK RASA KAMISAN Dia berkata, Presiden menjawab bagaimana kalau besok Kamis? Yang dibalas oleh Usman Kamis itu bertepatan dengan protes Kamisan. Usman melanjutkan dengan mengutip Jokowi yang berkata, “Baiklah, jadi kami menjadwalkan pertemuan untuk besok, Jokowi akan berkomunikasi dengan keluarga korban.” kata Jokowi.

Pertemuan tersebut, jika disadari, akan menjadi yang pertama kalinya Jokowi secara pribadi menerima para korban dan orang-orang yang selamat, yang dikelompokkan dalam protes Kamisan, sejak menjabat pada tahun 2014. Selama kampanye pemilu 2014, Jokowi berjanji untuk memprioritaskan penyelidikan dan rekonsiliasi pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu.

Baca Juga :  ANCOL NUSANTARA FESTIVAL ASIA AKAN DIMULAI SAAT LIBUR LEBARAN

Namun, para aktivis, korban, dan orang-orang yang selamat kecewa dengan ketidak konsistenan pemerintah Jokowi dalam penanganan paling tidak tujuh kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dijanjikan pemerintah untuk diselesaikan, termasuk pembersihan tahun 1965 dan kerusuhan 1998.

Dalam pertemuan itu, yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, Jaksa Agung HM Prasetyo dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, para aktivis juga menyoroti kelesuan pemerintah dalam menangani kasus-kasus pelanggaran hak, kata Usman. “Mari kita berharap bahwa pertemuan pada hari Kamis akan menjadikan hasil yang positif,” tambahnya.

Check Also

IMF WORD BANK MELUNCURKAN AGENDA BALI FINTECH

IMF WORD BANK MELUNCURKAN AGENDA BALI FINTECH

SaranaNKRI IMF WORD BANK MELUNCURKAN AGENDA BALI FINTECH – Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia diluncurkan …