Tuesday , June 19 2018
Home > News > KALLA MENEGASKAN PENTINGNYA REFORMASI UNSC UNTUK HAK VETO
KALLA MENEGASKAN PENTINGNYA REFORMASI UNSC UNTUK HAK VETO
KALLA MENEGASKAN PENTINGNYA REFORMASI UNSC UNTUK HAK VETO

KALLA MENEGASKAN PENTINGNYA REFORMASI UNSC UNTUK HAK VETO

SaranaNKRI KALLA MENEGASKAN PENTINGNYA REFORMASI UNSC UNTUK HAK VETO Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menekankan perlunya Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk melakukan reformasi dengan menghapuskan hak veto dari lima anggota tetapnya, dengan mengatakan bahwa hak istimewa itu sering menghambat proses pengambilan keputusan mengenai hal-hal yang krusial.

Pernyataan Kalla datang setelah Indonesia menang, untuk keempat kalinya, masa jabatan dua tahun sebagai anggota UNSC non permanen untuk periode 2019-2020.

Baca Juga :  KONDISI KONSUMSI TEMBAKAU DI INDONESIA MENCAPAI TINGKAT DARURAT

“Salah satu reformasi PBB adalah untuk memastikan bahwa tidak ada lagi diskriminasi. Dengan demikian, hak veto dari lima anggota [permanen UNCC] harus dihapus, ini bukan hanya upaya Indonesia, tetapi juga upaya bersama untuk mereformasi PBB,” kata Kalla kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerjanya ke Tokyo, Jepang, pada Senin.

KALLA MENEGASKAN PENTINGNYA REFORMASI UNSC UNTUK HAK VETO  Sebagai contoh, Kalla mengatakan, setiap kali PBB mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan Palestina, di antara masalah utama diplomasi Indonesia-AS selalu menggunakan hak veto untuk menolak resolusi. Rusia juga telah menggunakan hak veto-nya ketika sebuah keputusan diambil terhadap negara-negara pro-Rusia.

Bersama dengan AS dan Rusia, Inggris, Cina dan Prancis dapat memveto setiap resolusi yang diajukan ke dewan, yang membutuhkan sembilan suara untuk diadopsi. “Upaya-upaya DK PBB pada isu-isu krusial akan sering dipenuhi dengan veto dari anggota permanen, Oleh karena itu, Indonesia ingin memastikan bahwa tidak ada diskriminasi di antara negara-negara” kata Kalla.

Baca Juga :  PROGRAM AIR BERSIH BERMANFAAT BAGI 121 PETANI CENGKEH DAN 170 KELUARGA

Kalla mengatakan bahwa selama masa jabatan keempat non-permanen Indonesia di dewan, negara akan fokus pada kontribusi untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas dunia. Selain Palestina, Indonesia khususnya akan mendorong keprihatinannya pada upaya perdamaian di Afghanistan yang dilanda perang, serta upaya untuk menyelesaikan krisis Rohingya.

Check Also

LABARAN ALA NIKITA MIRZANI YANG SUKA BAGI-BAGI ANGPAO KE TETANGGA

LABARAN ALA NIKITA MIRZANI YANG SUKA BAGI-BAGI ANGPAO KE TETANGGA

LABARAN ALA NIKITA MIRZANI YANG SUKA BAGI-BAGI ANGPAO KE TETANGGA Jelang lebaran semua umat Islam …