News

KANTOR IMIGRASI MEMBURU DUA ORANG ASING YANG IKUT MELAKUKAN DEMONSTRASI DI BATAM

KANTOR IMIGRASI MEMBURU DUA ORANG ASING YANG IKUT MELAKUKAN DEMONSTRASI DI BATAMKANTOR IMIGRASI MEMBURU DUA ORANG ASING YANG IKUT MELAKUKAN DEMONSTRASI DI BATAM

SaranaNKRI KANTOR IMIGRASI MEMBURU DUA ORANG ASING YANG IKUT MELAKUKAN DEMONSTRASI DI BATAM Personil dari Kantor Imigrasi Batam di Provinsi Kepulauan Riau, sedang mencari dua warga negara asing yang diduga ikut demonstrasi dengan mengendarai aplikasi pengemudi sepeda di depan kantor walikota Batam dan Dewan Perwakilan Rakyat Batam (DPRD) di kota tersebut, pada hari Selasa.

Kepala Kantor Imigrasi Batam Lucky Agung Binarto mengatakan, Kedua orang tersebut terlihat mengambil bagian dalam demonstrasi oleh ratusan supir dari layanan transportasi berbasis online dan berfoto bersama dengan pemrotes lainnya. Sebuah tim mulai mencari dua orang asing tersebut, yang diyakini berasal dari Amerika Serikat, karena mereka tampaknya telah melanggar izin kunjungan mereka.

Baca Juga :  BUNGA BANGKAI DAPAT TUMBUH DIENAM TEMPAT DI INDONESIA

Lucky mengatakan personil imigrasi melakukan tindakan tersebut setelah memperhatikan kehadiran mereka dari media lokal yang melaporkan adanya demonstrasi tersebut. Kabar tersebut melaporkan bahwa kedua pria tersebut memberikan dukungan kepada pengemudi yang mengatakan bahwa mereka juga menggunakan aplikasi tersebut. Foto-foto mereka yang mengambil bagian dalam demonstrasi tersebut dan mengenakan jaket GoJek juga ditampilkan di outlet berita lokal.

KANTOR IMIGRASI MEMBURU DUA ORANG ASING YANG IKUT MELAKUKAN DEMONSTRASI DI BATAM Mereka kemudian meninggalkan sekitarnya sementara ratusan pengemudi melanjutkan protes mereka. Lucky mengatakan kedua orang tersebut diduga melanggar Undang-Undang Imigrasi 2011 yang melarang orang asing melakukan kegiatan di luar izin mereka, terutama yang melakukan demonstrasi.

Baca Juga :  FACEBOOK MEMPERBAHARUI UMPAN BERITA AGAR MENJADI TEMAN PRIORITAS

Pengemudi transportasi online menggelar demonstrasi menuntut pemerintah Batam dan DPRD menjamin hak mereka untuk bekerja tanpa diintimidasi oleh operator angkutan umum konvensional. Protes terhadap transportasi online telah berlangsung di kota ini selama setahun terakhir dimana pengemudi konvensional seperti ojek, minivan mobil dan supir taksi mengeluhkan pendapatan mereka yang berkurang sejak kemunculan layanan online.

Leave a Reply