Monday , October 15 2018
Home > Gaya hidup > Kasus Pemerkosaan Karena Medsos Saatnya Usia Pengguna Dibatasi
Kasus Pemerkosaan Karena Medsos Saatnya Usia Pengguna Dibatasi
Kasus Pemerkosaan Karena Medsos Saatnya Usia Pengguna Dibatasi

Kasus Pemerkosaan Karena Medsos Saatnya Usia Pengguna Dibatasi

Kasus Pemerkosaan Karena Medsos Saatnya Usia Pengguna Dibatasi – Cerita kelam para remaja putri yang diperkosa secara biadab sering sekali kita dengan dari berbagai media massa maupun medis sosial. Penyebabnya tidak lain adalah adanya niat dari pelaku dan juga karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap para remaja putri mereka di media sosial. Hal tersebut disampaikan oleh pengamat komunikasi politik yang juga Direktur Konten KOMUNIKONTEN (Institute Media Sosial dan Diplomasi), M Samsul Arifin.

Menurut diriny, solusi yang dapat diterapkan di Indonesia untuk mengatasi masalah pemerkosaan karena media sosial adalah pembatasan usia pengguna media sosial. “Solusi yang dapat kita terapkan di Indonesia, antara lain usia pengguna media sosial harus dibatasi. Anak usia di bawah 17 tahun sebaiknya dilarang menggunakan media sosial,” ujar Samsul melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (10/10).

Kasus Pemerkosaan Karena Medsos Saatnya Usia Pengguna Dibatasi – Anak anak yang berusia dibawah 17 tahun masih minim dengan pengalaman. Kebanyakan dari mereka sangat mudah untuk percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang lain dan hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh orang orang jahat untuk berbuat hal yang tidak senonoh.

Dirinya mencontohkan pada seorang gadis berusia 10 tahun di Makassar diduga menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pemuda yang baru saja dikenal olehnya dari media sosial. Ditemani oleh orang tuanya, gadis polos itu datang ke Mapoltabes Makassar untuk melaporkan perbuatan pelaku pada Rabu (19/7/2018) malam. Pernah juga pada tahun 2017 ada seorang remaja putri di Cengkareng, Jakarta Barat diperkosa oleh seorang pemuda yang baru dikenalnya dari media sosial Facebook.

Kasus Pemerkosaan Karena Medsos Saatnya Usia Pengguna Dibatasi – “Kalau cetak e-KTP lebih awal atau di bawah 17 tahun, ini melanggar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Remaja yang dapat mencoblos paling tidak telah berusia 17 tahun. Artinya, remaja yang berusia 17 tahun dianggap punya kemampuan memilih yang baik dan tidak,” ungkapnya.

Otoritas hukum di Uni Eropa telah memutuskan anak yang berusia dibawah 16 tahun dilarang keras untuk menggunakan media sosial. “Pemerintah dan DPR dapat mendorong misalnya revisi undang-undang perlindungan anak dengan menyertakan anak yang berusia di bawah 17 tahun tidak boleh menggunakan media sosial,” kata dia.

Setelah adanya regulasi yang menjelaskan pembatasan usia pengguna media sosial, menurut Samsul, perusahaan media sosial harus berkerja sama dan mendukung. Terlebih saat ini banyak remaja yang berbohong soal usia mereka  di media sosial. “Masyarakat yang akan membuat akun medsos, mereka harus menulis datanya dengan benar, termasuk mengenai usianya. Perusahaan media sosial juga tidak boleh membocorkan data yang telah mereka terima,” pungkasnya.

Baca juga ; Said Iqbal Jelaskan Awal Ratna Sarumpaet Minta Bertemu Prabowo

Check Also

Dianggap Kalah Oleh Kubu Jokowi Sandiaga Sebut Masih Ungguli Jokowi

Dianggap Kalah Oleh Kubu Jokowi Sandiaga Sebut Masih Ungguli Jokowi

Dianggap Kalah Oleh Kubu Jokowi Sandiaga Sebut Masih Ungguli Jokowi – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) …