Wednesday , December 13 2017
Home > News > KASUS WISMA ATLET DAN RS UDAYANA MENYERET SANDIAGA UNO

KASUS WISMA ATLET DAN RS UDAYANA MENYERET SANDIAGA UNO

SARANANKRIBelum di lantik Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah di panggil oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Sandiaga di periksa oleh KPK sebagai saksi dari tersangka Dudung Purwadi. Dudung sendiri sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 2015 yang lalu, Dudung dinyatakan sebagai tersangka karena di duga telah melakukan sebuah perlawanan hukum dengan memperkaya diri sendiri.

Dudung melakukan perlawanan hukum atas pembangunan Wisma Atlet dan juga Gedung Serba Guna Sumsel, untuk surat penyidikan terhadap Dudung juga sudah di tanda tangani oleh Pimpinan KPK pada tanggal 15 Desember 2015 yang lalu. Selain kasus Wisma Atlet Sandiaga juga tersandung dengan kasus penyediaan alat kesehatan di Rumah Sakit Udayana.

Sandiaga juga di periksa dan masih menyandang status sebagai saksi dari tersangka Marisi Matondang, Marisi mengatakan bahwa Sandiaga mengetahui akan kongkalikong yang terjadi terhadap pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Udayana. Marisi juga mengatakan bahwa pada saat kejadian pengadaan alat kesehatan tersebut Sandiaga masih menjabat sebagai komisaris PT Duta Graha Indah selaku pelaksana proyek yang di berikan oleh PT Mahkota Negara.

BACA JUGA : VERONICA MENANGIS SAAT MEMBACAKAN SURAT AHOK

PT Mahkota Negara merupakan anak perusahaan Permai Group yang dimiliki oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Dan dari proyek tersebut terjadi suap dana dan sudah merugikan negara hingga Rp 7 milliar dari nilai proyek sebesar Rp 16 milliar, namun atas keterangan yang di sampaikan Marisi justru mendapatkan bantahan dari Sandiaga. Diri nya mengaku bahwa sama sekali tidak terlibat dari kasus suap tersebut.

Nama Sandiaga juga sempat di sebut-sebut ketika kasus dari Andi Mallarangeng, dari keterangan yang di berikan oleh Andi bahwa pada saat proses pembangunan Wisma Atlet di Jakabarin, Anas Urbaningrum sempat meminta sejumlah dana kepada Komisaris PT Duta Graha Indonesia yang pada saat itu di jabat oleh Sandiaga Uno. Dan pada saat Nazar mengungkapkan kesaksian nya Anas sempat bersikeras memilih PT DGI untuk melakukan proyek tersebut dengan alasan Sandiaga sudah memberikan sejumlah dana yang diminta oleh Anas.

Sandiaga sebelum nya sempat meminta kepada Anas untuk memberikan dana tersebut secara bertahap, namun permintaan tersebut langsung di tolak oleh Anas, Sandiaga pun dengan tegas kembali memberikan bantahan nya atas kesaksian yang di berikan oleh Nazar. Bahkan Sandiaga mengaku bahwa diri nya sama sekali tidak mengenal siapa Nazar, disisi lain Nazar mengatakan mengenal dengan Sandiaga bahkan sudah pernah melakukan beberapa kali komunikasi.

BACA JUGA : PENGUNDURAN DIRI AHOK LANGSUNG DIKIRIM KE PRESIDEN JOKOWI

Ketika dikonfirmasi kan secara langsung tentang keterlibatan Sandiaga dalam kedua kasus tersebut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang justru belum mengetahui secara jelas sampai sejauh mana tentang keterlibatan Sandiaga. Saut mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan peran apa yang di jalani oleh Sandiaga selama ini.

Check Also

DIPOTONG SAMPAI MILIARAN, NAMUN RAPBD DKI JAKARTA JUSTRU MENINGKAT DI TAHUN 2018

DIPOTONG SAMPAI MILIARAN, NAMUN RAPBD DKI JAKARTA JUSTRU MENINGKAT DI TAHUN 2018

SARANANKRI Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menerima pukulan yang …