Tuesday , August 21 2018
Home > News > KELUARGA KORBAN BOM SURABAYA MENGHADAPI DUKA YANG MENDALAM
KELUARGA KORBAN BOM SURABAYA MENGHADAPI DUKA YANG MENDALAM
KELUARGA KORBAN BOM SURABAYA MENGHADAPI DUKA YANG MENDALAM

KELUARGA KORBAN BOM SURABAYA MENGHADAPI DUKA YANG MENDALAM

SaranaNKRI KELUARGA KORBAN BOM SURABAYA MENGHADAPI DUKA YANG MENDALAM Lucia Cicilia Agan telah menyimpan ponselnya di dekat dia selama beberapa hari terakhir karena dia telah menunggu kabar dari sebuah rumah sakit polisi di Surabaya tentang sepupunya, Aloysius Bayu Rendra Wardhana, 38, yang merupakan salah satu korban yang jatuh ke pemboman gereja di Surabaya pada 13 Mei.

“Kami masih menunggu hasil dari proses identifikasi DNA di Jakarta. Pada Selasa pagi, sampel DNA anak dan ayah Bayu dibawa ke Jakarta,” kata Cicilia.

Baca Juga :  PUTRA KORBAN BOM SURABAYA MENGAKU TELAH MEMAAFKAN PARA PELAKU

Dari total 13 korban serangan gereja Surabaya, Bayu, korban terakhir yang diidentifikasi, adalah satu-satunya yang belum dikembalikan ke keluarga. Bayu meninggal di Gereja Katolik Saint Mary Immaculate (SMTB) Surabaya di Ngagel, di mana dia adalah pemimpin kelompok pemuda gereja. Ketika pemboman terjadi, dia bertindak sebagai kepala sekelompok sukarelawan keamanan.

Bayu berusaha menghalangi seorang pembom bunuh diri yang mengendarai sepeda motor yang melaju kencang ke gereja. “Istri dan ibunya sedang dalam kesedihan yang mendalam. Mereka tidak memiliki energi untuk menunggu proses DNA ini untuk menyelesaikan. Jadi saya yang mengurus ini di kantor polisi, ”kata Cicilia.

KELUARGA KORBAN BOM SURABAYA MENGHADAPI DUKA YANG MENDALAM Keluarga itu sekarang menunggu agar mayatnya dikembalikan sehingga mereka dapat mengadakan pemakaman untuk Bayu. Kepala unit medis Polda Jawa Timur Komisaris Besar Sr. Budi Heryadi mengatakan proses itu memakan waktu lama karena tubuh negara Bayu adalah akibat ledakan dari dua pembom bunuh diri, anak laki-laki Dita Oepriarto yang berusia 18 tahun dan 16 tahun.

Kesedihan juga menyelimuti keluarga lain korban serangan gereja yang sama, selama pemakaman Vincentius Evan Hudojo, 11, dan Nathanael Ethan Hudojo, 8. Ibu mereka, Wenny Angelina, terluka dalam ledakan itu. Dia dengan lembut menaburkan parfum di tubuh putra-putranya dan memasukkan barang-barang favorit anak-anak lelaki itu ke dalam peti mati mereka, termasuk pistol mainan, pakaian, dan topi. Doa dan tangisan terdengar di rumah duka di Jl. Demak di Surabaya pada hari Rabu.

Baca Juga :  POLISI TELAH MENAHAN KELUARGA YANG TERKAIT KASUS PENGEBOMAN DI SURABAYA

Wenny datang ke rumah duka dengan peralatan medis yang menempel di tubuhnya. Dia tidak dalam kondisi fisik yang stabil dan harus segera kembali ke rumah sakit setelah perawatan untuk melepaskan pecahan bom bom dari tubuhnya. Pada hari Minggu yang tragis, Wenny dan kedua putranya, menuju Misa di gereja, baru saja keluar dari mobil mereka ketika sepeda motor melesat melewati mereka dan ledakan menghantam.

Evan, kakak laki-lakinya, meninggal lebih dulu ketika Nathan meninggal di kemudian hari di rumah sakit. Evan dan Nathan dibaringkan untuk beristirahat di pemakaman Keputih, di mana sejumlah korban bom lainnya dikuburkan.

Check Also

DALAM WAKTU 3 DETIK HAL-HAL BAIK DATANG PADA ASIAN GAMES 2018

DALAM WAKTU 3 DETIK HAL-HAL BAIK DATANG PADA ASIAN GAMES – 2018 Tim pria dan …