Saturday , March 23 2019
Home > News > Kemenperin: Ekspor Produk Furnitur RI Tembus USD 113,36 Juta di Januari 2019
Kemenperin: Ekspor Produk Furnitur RI Tembus USD 113,36 Juta di Januari 2019
Kemenperin: Ekspor Produk Furnitur RI Tembus USD 113,36 Juta di Januari 2019

Kemenperin: Ekspor Produk Furnitur RI Tembus USD 113,36 Juta di Januari 2019

Kemenperin: Ekspor Produk Furnitur RI Tembus USD 113,36 Juta di Januari 2019 – Industri furnitur dan kerajinan nasional saat ini mampu mendobrak pasar internasional melalui berbagai produk unggulannya yang dinilai memiliki kualitas yang baik dan desain menarik. Kekuatan sektor ini didukung melalui ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia terampil, dan keragaman corak dari budaya lokal.

“Kemajuan industri furnitur dan kerajinan Indonesia bukan hanya usaha dari pemerintah semata, namun juga semua pihak dari hulu ke hilir,” kata Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih melalui keterangannya Minggu (17/3).

Kemenperin mencatat, neraca perdagangan industri furnitur mengalami surplus pada Januari 2019, dengan nilai ekspor sebesar USD 113,36 juta. Adapun nilai ekspor tersebut, naik 8,2 persen dibanding capaian pada Desember tahun 2018. Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor furnitur nasional menembus hingga USD 1,69 miliar atau naik 4 persen dibanding raihan 2017.

Selanjutnya, nilai ekspor dari produk kriya nasional pada Januari – November 2018 mampu mencapai USD 823 juta, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 820 juta. Industri kerajinan di Indonesia jumlahnya cukup banyak, yakni lebih dari 700 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,32 juta orang.

Kemenperin: Ekspor Produk Furnitur RI Tembus USD 113,36 Juta di Januari 2019 – Untuk itu, kata Gati, pihaknya berharap agar sektor industri kecil dan menengah (IKM) yang menjadi produsen furnitur dan kerajinan agar tetap menjaga kualitas bahan baku dan produknya serta selalu berinovasi. “Yang tidak kalah penting juga adalah after sales service kepada para buyer agar mereka menjadi loyal customer,” imbuhnya.

Gati menyampaikan pengembangan industri furnitur dan kerajinan di dalam negeri, tercermin dari Indonesia sebagai penghasil 80 persen untuk bahan baku rotan dunia, dengan daerah penghasil rotan di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Di samping itu, sumber bahan baku kayu juga sangat besar. Di mana potensi lahan hutan di Indonesia yang sangat luas dengan total hingga 120,6 juta hektare (Ha), terdiri dari hutan produksi seluas 12,8 juta Ha. “Kita punya 312 jenis spesies rotan, yang perlu dimanfaatkan untuk industri furnitur dan kerajinan,” tutur Gati.

Baca Juga : KPK Resmi Tetapkan Romahurmuziy Tersangka Suap Lelang Jabatan di Kemenag

Oleh karenanya, guna menghasilkan produk yang kompetitif di kancah global, industri furnitur dan kerajinan perlu memanfaatkan teknologi terkini. Hal ini seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Melalui penggunaan teknologi digital, diharapkan industrinya semakin produktif dan inovatif, sekaligus memperluas pasar,” pungkasnya.

Check Also

Facebook mengakui menyimpan kata sandi dalam teks biasa

Facebook mengakui menyimpan kata sandi dalam teks biasa

Facebook mengakui menyimpan kata sandi dalam teks biasa – Facebook pada hari Kamis mengakui bahwa …