Thursday , November 22 2018
Home > Inspirasi > Kementerian Kembangkan 26 Pengusaha dalam Program Bisnis Kreatif
Kementerian Kembangkan 26 Pengusaha dalam Program Bisnis Kreatif

Kementerian Kembangkan 26 Pengusaha dalam Program Bisnis Kreatif

Kementerian Perindustrian sedang mengembangkan 26 pengusaha muda di bawah program Bisnis Kreatif Incubator 2018 untuk usaha kecil dan menengah (UKM) sektor kerajinan dan mode, kata seorang pejabat senior.

Melalui program ini para pelaku bisnis SMI kreatif di sektor kerajinan dan mode akan diberikan pelatihan dan bantuan lapangan sehingga mereka dapat mengembangkan bisnis mereka, kata Direktur Jenderal SMI Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih pada hari Minggu.

Menurut Gati, program ini cukup penting mengingat banyak orang bisnis kreatif pemula dapat menjalankan bisnis mereka tetapi mengalami masalah ketika mereka akan meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Dalam panduannya, Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan sekolah bisnis ternama Prasetya Mulya.

Program yang dihadiri oleh pengusaha berusia 24-28 tahun ini akan dilakukan dalam dua tahap, di mana tahap pertama adalah melalui sesi kamp yang akan diadakan di Jakarta pada 21 Oktober hingga 15 Desember 2018.

Rekrutmen ini dilakukan secara terbuka melalui media sosial dan melalui program `Creative Talk` dengan mengundang aktor-aktor kreatif seperti Brodo, Duanyam, Ni Luh Djelantik dan Malaikat Investor Indonesia (ANGIN).

Para pelaku usaha kreatif yang mendaftar untuk program ini adalah 425 orang, dan kemudian mereka dipilih yang mana 26 orang lulus seleksi. Saya berharap setelah mengikuti program ini, para peserta akan menambah pengetahuan, kapasitas, sehingga bisnis mereka akan maju, kata Gati.

Baca Juga : Mentri Kelautan : Pentingnya Budidaya Ikan Untuk Kebutuhan Dunia

Sementara itu, Kementerian Perindustrian juga melanjutkan program yang ditujukan untuk menyediakan mesin dan peralatan untuk industri kecil dan menengah (IKM). Pada 2014-2017 program ini diterapkan pada 380 IKM. Mesin dan peralatan yang disediakan oleh kementerian termasuk transportasi, perabotan, logam, dan bahan kimia.

Program penyediaan mesin dan peralatan pendukung produksi ditujukan untuk meningkatkan produktivitas IKM dan untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar domestik dan ekspor, kata Gati Wibawaningsih, dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh Antara, Minggu.

Menurut Gati, program strategis ini telah dilaksanakan sejak tahun 2009. Pada tahun 2009-2012, program ini diterapkan untuk IKM yang terlibat dalam produksi pakaian. Setelah 2012, program ini tersedia untuk semua sektor IKM, katanya.

Menurut Gati, program penyediaan peralatan produksi diberikan dalam bentuk diskon sebesar 30 persen bagi IKM untuk membeli mesin atau peralatan buatan Indonesia. Sementara itu, IKM yang membeli mesin atau peralatan buatan luar negeri bisa mendapatkan diskon hingga 25 persen.

Program ini sangat membantu bagi IKM, terutama dalam mengurangi biaya pembelian peralatan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi, katanya.

Check Also

Anies Baswedan Ungkap 30 Wilayah Jakarta Rawan Banjir

Anies Baswedan Ungkap 30 Wilayah Jakarta Rawan Banjir

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan 30 daerah rawan banjir di ibukota menjelang musim hujan. Ada …