Wednesday , December 19 2018
Home > News > KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL
KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL
KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL

KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL

KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL – Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar Arab Saudi Usamah Muhammad al-Syuaiby di Twitter mengenai reli Islamis selama akhir pekan dan pada hari Rabu, 5 Desember 2018 memanggil perwakilan dari Kedutaan Arab Saudi di Jakarta.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pada hari Selasa, 4 Desember 2018, bahwa kementerian telah mengambil tindakan cepat mengenai pernyataan duta besar itu.

Setelah mengetahui tentang pernyataan oleh duta besar Arab Saudi di media sosial, Kementerian Luar Negeri berkomunikasi pada hari Minggu, 2 Desember 2018 dengan duta besar yang masih di luar negeri, kata Arrmanatha.

Setelah mengetahui bahwa Al-Syuaiby tidak tersedia, kementerian bergerak untuk meminta kehadiran wakil kepala misi atau dakwaan dari kedutaan.

Arrmanatha mengatakan pemerintah Indonesia telah menganggap pernyataan duta besar di media sosial sebagai tidak pantas. Secara etis, pernyataan seperti itu, sebagaimana dibuat oleh duta besar di media sosial, tidak konsisten dengan prinsip hubungan diplomatik, katanya.

KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL – Al-Syuaiby memposting sejumlah foto ke akun Twitter-nya, @Os_alshuaibi, dengan teks dalam bahasa Arab yang berbunyi tindakan jutaan Muslim sebagai reaksi terhadap pembakaran bendera yang membawa tauhid oleh organisasi yang menyimpang. Tweet itu merujuk pada insiden pada bulan Oktober di mana anggota unit keamanan sipil di bawah sayap pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (NU) (Banser), membakar bendera dengan tulisan Islam.

Para pemimpin NU mengeluarkan pernyataan pada hari Senin, 3 Desember 2018 menyerukan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengusir duta besar Arab Saudi.

Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengirim surat diplomatik kepada pemerintah Arab Saudi untuk memanggil duta besar, sebagai hukuman atas tindakan nekat melibatkan dirinya dalam masalah politik nasional, kata ketua NU Said Aqil Siradj dalam jumpa pers.

Menanggapi reaksi itu, Al-Syuaiby menghapus posnya pada hari Senin sore.

Baca Juga : MBAPPE UNGKAP IA PERNAH DI BUJUK WENGGER KE ARSENAL

KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL – Dalam pernyataannya, Said Aqil juga menuduh duta besar secara sengaja membuat pernyataan mencemarkan nama baik dengan menuduh bahwa pembakaran bendera dilakukan oleh anggota “jamaah al-muharifah” (organisasi yang menyimpang). Ketua NU mengatakan mereka yang mengambil bagian dalam insiden pembakaran bendera adalah anggota jahat dari organisasi yang telah dihukum sepatutnya. Kami juga menyatakan penyesalan atas pembakaran bendera.”

Said Aqil lebih lanjut mencerca Al-Syuaibi yang dia tuduh melakukan pelanggaran diplomatik serius, dengan terlibat dalam urusan internal Indonesia yang melanggar otoritasnya. Ini jelas merusak hubungan Indonesia-Arab Saudi, katanya.

Ini bukan pertama kalinya Al-Syuaibi membebani politik Indonesia.

Pada awal bulan November, ia membuat pernyataan di mana ia membela langkah pemimpin ulama dan pemimpin Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang ditanyai oleh pihak berwenang di Mekah karena mengibarkan bendera Islam hitam.

Al-Syuaiby mengatakan tauhid memiliki makna yang signifikan bagi umat Islam, tetapi menampilkannya di atas bendera belum tentu tindakan kriminal. Apakah Anda penjahat karena memasang bendera di rumah Anda? Saya kira tidak, katanya.

KEMENTERIAN LUAR NEGERI MEMANGGIL DUTA BESAR ARAB ATAS TWEET KONTROVERSIAL -Dalam menanggapi pernyataan duta besar tersebut, pemerintah Indonesia tampaknya telah berjalan di garis halus antara menanggapi permintaan dari NU, organisasi Islam terbesar di negara itu dan mempertahankan hubungan baik dengan Arab Saudi, penjaga situs suci Islam di Mekkah dan Madinah yang mengalokasikan kuota untuk jumlah jamaah haji yang diizinkan masuk ke negara itu.

Pemerintah Arab Saudi dituduh pada tahun 2016 memblokir akses bagi warga Iran untuk pergi ke haji menyusul keretakan diplomatik antara kedua negara. Pemerintah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran setelah massa menyerbu dan menjarah kedutaan kerajaan di Teheran, membalas atas eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka, Sheikh Nimr al-Nimr. Di antara tindakan balasan lainnya, kerajaan melarang maskapai penerbangan Iran memasuki wilayah udara dan tanpa misi diplomatik Arab Saudi di Iran, para peziarah tidak memiliki akses ke visa untuk bepergian ke tempat-tempat suci.

Hamdan Basyar, seorang ahli Timur Tengah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan Al-Syuaiby sudah terlalu jauh dengan terlibat dalam urusan domestik Indonesia. Dia bahkan menyebutkan kata ‘deviant’ yang berarti dia sudah membuat pernyataan menghakimi. Saya benar-benar bisa mengerti mengapa NU memprotes, kata Hamdan kepada awak media pada hari Rabu.

Check Also

FABINHO KEMBALI TERLIHAT DI SKUAT UTAMA LIVERPOOL

FABINHO KEMBALI TERLIHAT DI SKUAT UTAMA LIVERPOOL

FABINHO KEMBALI TERLIHAT DI SKUAT UTAMA LIVERPOOL – Diketahui, Liverpool akan menunggu waktu yang lama …