Wednesday , December 13 2017
Home > Mancanegara > KENA SNIPER DI MARAWI, WARTAWAN HIDUP DENGAN PELURU DI TENGGOROKAN

KENA SNIPER DI MARAWI, WARTAWAN HIDUP DENGAN PELURU DI TENGGOROKAN

Seorang Wartawan yang berasal dari Australia diselimuti oleh nasib nya yang mujur. Dimana Wartawan ini berhasil lolos dari sebuah tembakan Sniper yang berasal dari sekelompok teroris Maute di Marawi. Dimana Peluru tersebut masih berada di dalam leher wartawan ini ketika sedang meliput kejadian di Filipina selatan kemarin.

Wartawan yang berasal dari Australia ini dimana ia menjadi wartawan Australian Broadcasting Corp ( ABC ) dengan nama lengkap Adam Harvey, menuliskna pengalaman yang di alaminya di Twittwe. ” Lucky ” Adam harvey menuliskan Lucky disamping foto X – Ray yang memperlihatkan sebuah peluru bersarang di lehernya, dimana peluru itu dekat sekali dengan tulang punggungnya.

”Terima kasih semuanya, saya baik-baik saja. Peluru masih ada di leher saya, tapi itu tidak mengenai segala sesuatu yang penting,” lanjut tweet Harvey, yang dikutip Jumat (16/6/2017).

terlihat di sebuah Video yang di publish oleh ABC NEWS, Adam Harvey terlihat menggambarkan pengalaman nya di Marawi.

”Saya akan baik-baik saja. Mereka ingin memasang penjepit leher, tapi saya pikir itu hanya tindakan pencegahan,” ujarnya. “Itu benar-benar seperti saya dipukul dengan bola kriket.”

Gaven Morris selaku Direktur dari ABC News, menyatakan bahwa cedera yang di alami Adam Harvey ini sama sekali tidak mengancam nyawanya di dalam sebuah laporan. ”Koresponden Indonesia Adam Harvey telah terluka saat bertugas di Marawi, Filipina dan saat ini menerima perawatan medis,” kata Morris.

Dimana pada saat itu Adam Harvey tertembak pada bagian lehernya di Marawi ketika pasukan dari Filipina tengah dalam pertempuran menghadapi ratusan orang militan dari kelompok Maute yang sudah bersumpah untuk semua kelompok ISIS atau Islamic State.

Zia Alonto Adiongselaku seorang Juru Bicara dalam Komite manajemen Krisis pemerintahan Filipina menyatakan bahwa Adam Harvey berada pada posisi di dalam komplek ibu kota provinsi Dimana banyak sekali wartawan lokal dan asing yang berkumpul disana selama kurang lebih sekitar 3 minggu masa pertempuran berlangsung.

Walapun kondisi kompleks nya sudah diamankan oleh militer, Namun area tersebut memiliki jarak yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Kantong Kota yang masih di kendalikan oleh para Militan Maute.

Check Also

CEKCOK DENGAN ISTRI ANAK DILEMBAR KE BARA API PANAS MEMBARA

Seorang kepala rumah tanggan di India dengan sangat kejam dan keji memperlakukan seorang putranya yang …