Thursday , November 15 2018
Home > Gaya hidup > Kenali Tanda-Tanda Jenis Buta Warna pada Diri Kita

Kenali Tanda-Tanda Jenis Buta Warna pada Diri Kita

Tidak kebanyakan orang untuk menyadari dirinya sedang menderita buta warna, terutama pada anak-anak.

Nah, untuk memastikan kelainan tersebut dalam penglihatan kita, bisa di lakukan dengan melakukan tes buta warna.

Buta warna merupakan salah satu masalah penglihatan.

Penderita buta warna ini tidak dapat melihat beberapa warna dengan jelas dan juga akurat.

Mereka mungkin akan merasakan kesulitan untuk membedakan beberapa warna, contohnya merah-hijau, merah-kuning-hijau, ataupun biru-kuning. Masalh semacam ini dikenal dengan buta warna parsial.

Bahkan pada sebagian orang, sama sekali tak mampu mengenali warna, ataupun buta warna total.

Penyebab Buta Warna

Secara umum, buta warna itu sendiri di sebabkan karena warisan genetik. Namun, terkadang buta warna juga bisa disebabkan oleh beragam faktor lain.

Misalnya, adanya cedera fisik atau paparan zat kimia, dan adanya kerusakan saraf optik, ataupun kerusakan pada fungsi bagian otak yang memproses informasi warna.

Bisa juga disebabkan karena katarak, dan proses penuaan pada usia lanjut.

Buta warna juga bisa disebabkan oleh sebuah penyakit, seperti diabetes, glukoma, ataupun multiple sclerosis.

Beragam jenis tes buta warna

Selain untuk mengatasi masalah pada penglihatan, tes buta warna juga penting digunakan untuk mendiagnosis kelainan ini.

1. Tes Ishihara

Ini merupakan tes yang paling umum digunakan untuk memeriksa buta warna.

Sayangnya, tes ini hanya bisa mendeteksi buta warna merah dan juga hijau.

Tes buta warna Ishihara menggunakan lingkaran yang terdiri dari banyak titik dengan warna dan ukuran yang berbeda. Beberapa titik ini akan membentuk angka tertentu.

2. Tes warna Cambridge

Tes buta warna ini sama seperti tes Ishihara. Bedanya, pasien dapat menggunakan layar komputer. Mereka diminta untuk mengidentifikasi huruf “C” yang warnanya berebda dengan warna di sekitarnya.

3. Tes Penyusunan

Pada tes penyusunan ini, pasien diminta untuk menyusun sebuah objek berdasarkan gradasi warna yang sedikit.

Contohnya, pasien diminta untuk menyusun balok dari gradasi warna biru tua-biru-muda.

4. Anomaloscope

Untuk melakukan tes buta warna ini dibutuhkan alat yang mirip dengan mikroskop.

Melalui lensa pada alat tersebut, pasien diminta untuk melihat lingkaran yang dibagi menjadi dua warna, setengah warna kuning terang, setengahnya lagi merah dan hijau.

Pasien juga diminta menekan tombol pada alat ini sampai seluruh warna dalam lingkaran ini berubah menjadi sama.

Sama seperti tes Ishihara, anamaloscope ini hanya bisa mendiagnosa buta warna merah-hijau.

5. Tes Farnsworth-Munsell

Tes Farnsworth-Munsell menggunakan banyak sekali lingkaran dengan berbaga gradasi dari warna yang sama, seperti tes penyusunan.

Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah pasien dapat membedakan perubahan warna yang sangat tipis.

Jika kita merasa memiliki masalah dalam melihat atau mengenali warna, maka disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis matas.

Meski terdapat keterbatasan, namun umumny apenderita buta warna masih bisa melakukan berbagai aktivitas dengan normal.

Sebagian kegiatan yang melibatkan persepsi warna juga dapat dijalani dengan penyesuaian khusus.

Check Also

Apakah Perokok Harus Lebih Sering Menyikat Gigi dan Berkumur?

Apakah Perokok Harus Lebih Sering Menyikat Gigi dan Berkumur?

Merokok memang bisa meninggalkan aroma tak sedap pada mulut, sekaligus membuat mulut jadi kering. Merokok …