Tuesday , July 24 2018
Home > News > KEPALA BNN UNGKAPKAN KEKECEWAAN DENGAN KEMENKES DAN BBPOM
KEPALA BNN UNGKAPKAN KEKECEWAAN DENGAN KEMENKES DAN BBPOM
KEPALA BNN UNGKAPKAN KEKECEWAAN DENGAN KEMENKES DAN BBPOM

KEPALA BNN UNGKAPKAN KEKECEWAAN DENGAN KEMENKES DAN BBPOM

Komisaris Jendral Budi Waseso, Kepaka BNN ( Badan Narkotika Nasional ) sangat menyayangkan ketidak pedulian dari Kemenkes ( Kementerian Nasional ) dan BBPOM ( Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan ) pada peredaran Pil PCC di kalangan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Jendral bintang tiga tersebut dihadapan kalangan mahasiswa saat memberikan kuliah umum di Kampus II Universitas Bung Hatta, Padang Sumatra Barat.

“Pil PCC pertama sekali ditemukan bahan bakunya di Provinsi Riau sebanyak 12 ton dan padahal BPOM manyatakan di tahun 2013 pil PCC telah dilarang di Indonesia,” kata Buwas sapaan akrabnya. Menurut Waseso, pihaknya telah mengajak BBPOM dan Kemenkes untuk melakukan kerjasama guna membasmi peredaran Pil PCC tersebut. Namun kerjasama itu ditolak oleh mereka dengan alasan bahwa hal tersebut diluar dari wewenang mereka saat ini.

“Saya jawab ini bukan soal kewenangan tapi soal tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Bayangkan, dari lima bulan penyelidikan BNN telah menemukan beberapa barang bukti pil PCC dengan jumlah yang besar,” cetusnya. Menurut Waseso, ¬†pada saat ini saja seperti di Semarang sudah ditemukan sebanyak 90 juta pil PCC dan Solo sebanyak 50 Juta pil PCC siap edar. Para pengedarnya sendiri akan dijerat dengan pasal menyalahi perizinan, pemalsuan, penipuan dan undang undang perlindungan konsumen.

Keberhasilan akan BNN dalam memberantas narkoba pada saat ini hanya sebesar 10 persen saja tidak lebih. Maka dari itu BNN ingin mengajak kepada seluruh elemen untuk melakukan penanganan narkoba dan hal ini pastinya akan memerlukan kerja sama secara menyeluruh. “Masalah narkotika adalah permintaan dan penawaran, apabila permintaan dapat ditekan mau berapapun narkoba beredar tidak akan menjadi masalah,” pungkasnya.

Kita bisa melihat sendiri dampak kerusakan dari narkoba dapat melebihi dari terorisme dan korupsi. Dihadapan ribuan mahasiswa Kampus II Universitas Bung Hatta, Waseso membeberkan daya rusak narkoba lebih berbahaya dari terorisme dan Korupsi. Bila diibaratkan sebuah pohon maka, korupsi hanya akan merusak buah saja dan terorisme hanya akan merusak pada batang pohon saja.

“Sedangkan narkoba, merusak keseluruhan hingga ke akar, bagaimana mau tumbuh dan berbuah jika akarnya sudah dirusak,” tambahnya.

Check Also

Menurut Anies Bau Kali Sentiong Sudah Jauh Berkurang Saat Ini

Menurut Anies Bau Kali Sentiong Sudah Jauh Berkurang Saat Ini

Menurut Anies Bau Kali Sentiong Sudah Jauh Berkurang Saat Ini – Gubernur dan Wakil Gubernur …