News

KEPEPMIMPINAN KPK DISERANG

KEPEPMIMPINAN KPK DISERANGKEPEPMIMPINAN KPK DISERANG

KEPEPMIMPINAN KPK DISERANG – Perwakilan publik dan warga negara terkemuka telah menyatakan dukungan mereka untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul apa yang tampaknya merupakan serangan bom terhadap para pemimpin komisi pada hari Rabu. Polisi Nasional telah didesak untuk menyelidiki insiden secara menyeluruh untuk mencegah ancaman lebih lanjut kepada personil KPK yang berpotensi melemahkan upaya negara untuk memerangi korupsi.

Sekitar pukul 5:30 pagi pada hari Rabu, penyerang yang tidak dikenal meninggalkan paket mencurigakan di kediaman pribadi ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat. Seorang petugas polisi bom menemukan sebuah tas hitam yang tergantung di pagar rumah, berisi bahan-bahan yang menyerupai komponen bom, seperti detonator, kabel, paku dan pipa. Pasukan bom segera mengamankan perangkat yang dicurigai.

Pada saat yang sama, sisa-sisa dua bom Molotov ditemukan di rumah wakil ketua KPK, Laode Muhammad Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan. “Dua botol berisi zat yang mudah terbakar dilemparkan ke rumah. Kami menemukan satu utuh, sementara yang lain pecah dan meledak,” juru bicara Kepolisian Jakarta Sr. Comr. Argo Yuwono mengatakan kepada wartawan, Rabu.

Wakil ketua KPK mengatakan kepada polisi bahwa dia mengamati orang-orang mencurigakan di dekat rumahnya sekitar pukul 1 pagi melalui kamera keamanan. Sementara itu, salah satu tetangga Laode mengatakan dia mendengar kaca pecah di sekitar waktu yang sama. Insiden itu dengan cepat menarik perhatian publik, banyak di antaranya mengutuk apa yang mereka anggap sebagai ancaman bagi kepemimpinan KPK.

Organisasi Muslim terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, adalah di antara yang pertama menyuarakan pandangannya tentang serangan itu, dengan kepala divisi hukumnya Robikin Emhas menyebut mereka tindakan yang dapat dirusak. “Saya yakin KPK tidak akan mundur. Jangan takut! Jangan pernah ragu saat memerangi korupsi. Orang-orang mendukung KPK,” katanya dalam sebuah pernyataan.

KEPEPMIMPINAN KPK DISERANG – Robikin digaungkan oleh Antasari Azhar, ketua pertama badan anti-korupsi yang harus mengundurkan diri dari jabatannya setelah dia dihukum 18 tahun karena mendalangi pembunuhan pada tahun 2010. Dia dibebaskan dari penjara pada tahun 2017 setelah mendapat pengampunan dari Presiden Joko Widodo, yang mengutip penyimpangan dalam kasus ini. “KPK tidak akan tersentak bahkan dalam menghadapi teror. Itu tidak akan mundur,” kata Antasari kepada media.

Istana Kepresidenan tidak mengeluarkan pernyataan resmi tentang kasus ini, sambil menunggu penyeledikikan kepolisian.

“Kami tidak bisa berspekulasi. Kami akan menunggu investigasi Kepolisian Nasional. Saya pribadi tidak tahu perincian tentang tindakan teroris ini, tetapi tentu saja ancaman terhadap penegak hukum, dalam hal ini para pemimpin KPK, tidak memiliki tempat di negara kita yang demokratis,” kata juru bicara kepresidenan Johan Budi, yang pernah menjabat sebagai juru bicara KPK.

Ancaman itu tidak menghalangi Agus dan Laode dari melanjutkan pekerjaan mereka, karena mereka segera kembali ke kantor mereka setelah memberikan pernyataan kepada penyelidik polisi. “Setelah kejadian itu, kami mendiskusikan langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan risiko keamanan. Kami akan meningkatkan langkah-langkah keamanan bila perlu,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengatakan serangan hari Rabu mungkin terinspirasi oleh kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan personil KPK. Dia merujuk pada serangan terhadap penyelidik senior Novel Baswedan pada April 2017, ketika pria tak dikenal melemparkan asam ke wajahnya menyebabkan cedera serius di matanya. Polisi tidak pernah menyebutkan tersangka dalam kasus ini meskipun ada investigasi yang berkepanjangan.

“Jika serangan-serangan ini dibiarkan tidak terpecahkan, mungkin ada lebih banyak serangan yang berpotensi membahayakan nyawa lebih banyak personil KPK dan melemahkan perjuangan melawan korupsi dalam jangka panjang. Karena itu, Presiden Jokowi harus memerintahkan polisi untuk segera menyelesaikan kasus-kasus ini,” kata Adnan.

Adnan digaungkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo, yang meminta polisi untuk menemukan dalang di balik dugaan ancaman bom terhadap Agus dan Laode untuk mencegah ancaman itu melonjak di luar kendali. “Jangan biarkan insiden ini memburuk terutama menjelang pemilihan presiden dan legislatif,” kata Bambang.

Baca Juga : POLITISI PKB MELAPORKAN EKSEKUTIF MUI ATAS DUGAAN PIDATO KEBENCIAN

Polisi telah menugaskan tim investigasi gabungan yang terdiri dari personel di antara lembaga-lembaga lain. Kepolisian Jakarta, Kepolisian Nasional dan pasukan kontraterorisme Densus 88 Kepolisian Nasional.

Juru bicara Kepolisian Nasional Brigjen. Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 ditugaskan untuk bergabung dengan tim investigasi mengingat pengalamannya yang luas dalam menangani bahan peledak. “Beri waktu pada tim untuk bekerja. Kami akan mengumumkan hasilnya setelah selesai,” kata Dedi.

Secara terpisah, Argo mengatakan personil Polda Metro Jaya akan mengintensifkan patroli, terutama di sekitar rumah komisioner KPK. Serangan-serangan tersebut mengikuti salah satu tahun tersibuk KPK pada tahun 2018, di mana badan anti-korupsi menyelidiki 178 dugaan kasus korupsi dan menuntut ratusan orang yang terdiri dari para pemimpin lokal, anggota parlemen, anggota dewan dan orang bisnis.

Serangan hari Rabu menyerupai ancaman teror sebelumnya terhadap seorang penyelidik KPK pada tahun 2015 di mana paket seperti bom ditinggalkan di depan rumah Apip Julian Miftah, yang pada waktu itu sedang mengerjakan sejumlah kasus korupsi yang terkenal.

Leave a Reply