Health & Fitness

Keracunan Kacang Di Bekasi ini Hasil Labnya Dari Dinkes Bekasi

Keracunan Kacang Di Bekasi ini Hasil Labnya Dari Dinkes BekasiKeracunan Kacang Di Bekasi ini Hasil Labnya Dari Dinkes Bekasi

Keracunan Kacang Di Bekasi ini Hasil Labnya Dari Dinkes Bekasi – Pihak dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi telah mengecek hasil sisa muntahan kacang ke laboratorium untuk mengetahui penyebab sejumlah siswa SMP keracunan yang habis mereka makan. Hasilnya telah keluar pada hari Minggu. Bagaimana hasilnya? Dan sudah keluar, tapi ternyata negatif ya, baik kandungan sengnya, tembaganya, nitritnya, itu yang di besekan muntahannya aja, jelas Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Bekasi, Sardi saat dihubungi wartawan, pada hari Rabu.

Sardi mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium tidak ada kandungan berbahaya dari makanan yang dikonsumsi para korban. Bapak Sardi juga tidak bisa memastikan apa penyebab para siswa ini mengalami mulas dan muntah-muntah. Ya kalau mulesnya itu karena apa ya, saya kira juga nggak bisa ini ya, apakah dari kiriman juga kita nggak tahu yang jelas kan dari muntahan itu yang kita periksa, tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan sebuah lab itu, bapak Sardi belum bisa memastikan makanan apa yang menyebabkan para korban keracunan akan tetapi, dia menduga kacang lah yang mengakibatkan keracunan. Salah satunya lantaran kacang itu sudah kedaluwarsa. Kalau itu kan cuma secara fisik memang betul, makanan jajanan yang sudah kedaluwarsa, tapi itu kan secara hukum kan jadi kekuatan kan nggak juga ya, tetapi depan mata kita jelas-jelas kacang itu, memang sudah expired, kata Sardi.

Selain dari itu, mayoritas dari para siswa yang mengalami keracunan itu setelah mengonsumsi makanan yang sama yakni kacang, karena itu Sardi menduga kacang menjadi penyebab utama para korban keracunan, kenapa kacang yang sudah expired itu dijual juga kan jadi begini kemarin kan diperkuat lagi, ternyata hampir seratus persen anak yang menjadi korban itu mengkonsumsi kacang itu, sehingga muncul diduga kuat bahwa yang menjadikan anak-anak korban keracunan diduga karena kacang yang sudah expired itu, jelas Sardi.

Lebih lanjut, Sardi mengatakan, pihaknya akan menyampaikan hasil lab tersebut ke polisi apabila diperlukan. Kalau misalkan nanti Polres mau meminta kepada saya, nanti saya kasihkan hasilnya ya, sambungnya. Sebelumnya, sebanyak 39 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Bekasi, Jawa Barat, keracunan makanan dalam acara perayaan HUT Kemerdekaan RI. Diduga keracunan ini akibat kacang yang diberikan oleh guru.

Saat ini pihak Polres Metro Bekasi Kota menyelidiki kasus keracunan sejumlah siswa SMP itu. Seorang guru yang memberikan kacang atom diperiksa polisi terkait kejadian itu. Sementara baru gurunya, kemarin baru gurunya. Kan kita mentingkan itu menyelamatkan korban terlebih dahulu kata guru yang diperiksa sementara yang beli itu, kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto ketika dihubungi, pada hari Selasa.

Leave a Reply