NewsPolitik

Koalisi Yang Berkuasa Tetap Solid, Jokowi Mengatakan

Koalisi Yang Berkuasa Tetap Solid, Jokowi MengatakanKoalisi Yang Berkuasa Tetap Solid, Jokowi Mengatakan

Koalisi Yang Berkuasa Tetap Solid, Jokowi Mengatakan – Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Pak Jokowi mengatakan pada hari Jumat bahwa partai-partai politik yang mendukungnya tetap solid meskipun langkah-langkah baru-baru ini diambil oleh anggota koalisi yang berkuasa.

Koalisi penguasa tetap solid. Lebih solid dari sebelumnya, kata Jokowi pada hari Jumat malam dalam sebuah acara untuk membubarkan tim kampanye kepresidenannya di sebuah restoran di Jakarta Pusat.

Jokowi secara resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden pada bulan April, memperoleh 55,5 persen suara atau lebih dari 85 juta surat suara.

Pemimpin oposisi dan mantan saingan Pak Jokowi, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra menggemparkan kubu yang berkuasa ketika ia bertemu Megawati Soekarnoputri, ibu pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), partai terbesar di koalisi Jokowi, untuk membicarakan tentang partainya. opsi harus bergabung dengan pemerintah.

Gerindra telah menetapkan beberapa istilah untuk kemungkinan itu, termasuk mengadopsi konsepnya dalam makanan dan energi, yang akan memberinya kendali atas beberapa jabatan menteri.

Koalisi Yang Berkuasa Tetap Solid, Jokowi Mengatakan – Pacaran partai dengan Jokowi dan PDI-P tidak diterima dengan baik oleh anggota lain dalam koalisi. Pada hari yang sama dengan pertemuan Megawati-Prabowo, ketua Partai NasDem Surya Paloh bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang pernah diunggulkan sebagai kandidat presiden oleh kubu oposisi, dalam sebuah langkah yang mengisyaratkan ketidakpuasannya.

Jokowi mengatakan adalah hal yang normal bagi para tokoh politik untuk saling bertemu.

Mereka sudah lama berteman. Sudah biasa bagi Pak Prabowo untuk bertemu Bu Mega, dan untuk Pak Surya Paloh untuk bertemu Pak Anies juga, katanya.

Setelah pertemuan dengan Prabowo, Megawati mengatakan bahwa dia telah mengatakan kepada Prabowo bahwa perbedaan politik seharusnya tidak lagi diperkuat sejak pemilihan presiden berakhir.

PDI-P Megawati tidak sepenuhnya menentang kemungkinan Gerindra bergabung dengan koalisi yang berkuasa, karena beberapa eksekutif partai telah membuka kemungkinan untuk membentuk aliansi dengan partai yang dipimpin Prabowo untuk mencalonkan diri dalam kepemimpinan MPR.

Sury Paloha, dengan nada yang ditafsirkan oleh para kritikus sebagai tanda ketidaksetujuan Gerindra, mengatakan partainya mungkin mendukung Anies Baswedan dalam pemilihan presiden tahun 2024.

Leave a Reply