Monday , October 15 2018
Home > News > KORBAN KAMPUNG MELAYU AKAN DIKUBURKAN DI KLATEN
KORBAN KAMPUNG MELAYU AKAN DIKUBURKAN DI KLATEN
KORBAN KAMPUNG MELAYU AKAN DIKUBURKAN DI KLATEN

KORBAN KAMPUNG MELAYU AKAN DIKUBURKAN DI KLATEN

Personil regu kontraterorisme Densus 88 Polri ditangkap pada hari Jumat, lima orang terkait dengan ledakan bom bunuh diri kembar yang menyebabkan lima orang tewas dan 12 lainnya cedera di terminal bus Kampung Melayu di Jakarta Timur.

“Sejak pagi ini, Densus 88 dan petugas kepolisian telah melakukan pencarian untuk menyelidiki lebih lanjut kemungkinan keterlibatan pihak lain,” kata Kapolda Garut Adj.Sr.Comr Novri Turangga seperti dikutip kompas.com, Jumat.

Juru bicara Kepolisian Jawa Barat Sr. Comr. Yusri Yunus membenarkan penangkapan tersebut. “Pagi ini, kami mengumpulkan tiga orang yang diduga terkait dengan serangan teroris Kampung Melayu,” kata Yusri.

Tiga orang yang ditangkap oleh Densus 88 pada hari Jumat pagi diidentifikasi sebagai J, W, dan A. Mereka ditangkap di Cisarua, Dayeuh Kolot dan Margasari – semuanya di Jawa Barat.

Dua lainnya, HR dan IS, sudah menikah. Mereka ditangkap di Desa Paledang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Yusri mengatakan, HR dan IS ditangkap karena terkait dengan Ahmad Muslih, tersangka pelaku bom bunuh diri dalam serangan teror Kampung Melayu.

“Hasil penyelidikan mengungkapkan Ahmad Muslih tinggal di Garut selama tiga bulan,” kata Yusri.

“HR dan IS masih diselidiki oleh Densus 88 sehingga kami tidak bisa memastikan apakah mereka akan dibawa ke Jakarta.”

Tubuh Brigadir Pertama. Imam Gilang Adinata, satu dari tiga petugas polisi yang tewas dalam pemboman kembar di Jakarta Timur pada hari Rabu, telah dikuburkan di kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah.

Ia dibaringkan di pemakaman umum Gedong di Srago Gede, Kecamatan Mojayan, Klaten, sekitar pukul 06:20 waktu setempat pada hari Kamis.

Direktur Sumber Daya Manusia Polisi Jawa Tengah Sr. Comr. Edy Murbowo memimpin upacara penguburan, yang dihadiri oleh ratusan personil polisi dan militer.

Wakil Kepala Polisi DKI Jakarta Brig. Jenderal Suntana dan aktingnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, menghadiri prosesi tersebut. Ratusan orang, termasuk anggota keluarga dan teman Gilang, juga melihat orang yang mereka cintai ke tempat peristirahatan terakhirnya.

“Gilang telah menjadi pahlawan dan teladan yang baik bagi kita. Kejadian ini seharusnya tidak membuat kita takut dan, sebaliknya, seharusnya menjadi pelajaran yang membuat kita berani berperang melawan terorisme. Kita jangan takut terorisme, “kata Suntana.

Gilang mengadakan acara pra-Ramadhan saat dua pembom bunuh diri menyerang stasiun bus Kampung Melayu.

Rohmat Sugiarto, salah satu paman Gilang, mengatakan keponakannya telah bermimpi menjadi seorang perwira polisi sejak masih kecil. Bergabung dengan Polri pada tahun 2013 dan ditempatkan di Jakarta.

“Mudah-mudahan, dia meninggal di khusnul khotimah dengan berkah depan karena dia meninggal saat bertugas,” kata Rohmat.

Check Also

Dianggap Kalah Oleh Kubu Jokowi Sandiaga Sebut Masih Ungguli Jokowi

Dianggap Kalah Oleh Kubu Jokowi Sandiaga Sebut Masih Ungguli Jokowi

Dianggap Kalah Oleh Kubu Jokowi Sandiaga Sebut Masih Ungguli Jokowi –¬†Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) …