Monday , October 22 2018
Home > Mancanegara > Korban Salah Tembak Diganti Rugi Sebesar Rp 207 Miliar

Korban Salah Tembak Diganti Rugi Sebesar Rp 207 Miliar

Seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat tewas ditembak oleh polisi karena keliru dan dikira sebagai anggota geng kriminal yang buron, sebagai kompensasi atas insiden tersebut, keluarga pria itu mendapatkan ganti rugi sebesar USD 14,35juta atau sekitar Rp.207,2 miliar dari otoritas Los Angeles, Amerika Serikat.

Uang kompensasi tersebut dicatat sebagai salah satu yang terbesar yang pernah dibayarkan oleh otoritas Los Angeles, Amerika Serikat. Kesepakatan pembayaran kompensasi tersebut dicapai diawal tahun ini tetapi jumlahnya baru diungkapkan minggu ini.

Pria tersebut yang meninggal akibat salah tembak bernama Frank Mendoza yang diketahui berusia 54 tahun pada 1 Agustus 2014 yang lalu, Seorang Deputi Sheriff Los Angeles County salah mengira Mendoza adalah buronan Cedric Ramirez yang diburu atas sejumlah tindak pidana.

Insiden itu berawal saat Ramirez sedang dikejar oleh polisi dan diam diam menyusup kedalam rumah Mendoza di kawasan Pico Rivera. Sejumlah anggota keluarga Mendoza berhasil menyelamatkan diri dengan berlarian keluar rumah.

Tetapi saat Mendoza hendak keluar lewat pintu depan seorang Deputi Sheriff salah mengira dia adalah Ramirez dan melepaskan tembakan ke arahnya. Tembakan tersebut mengenai dahi dan bagian kaki Mendoza hingga akhirnya meninggal.

Tidak terima dengan insiden salah tembak yang berujung fatal ini keluarga Mendoza menggugat otoritas Los Angeles County dan Departemen Sheriff Los Angeles. Gugatan tersebut mengklaim para polisi dan anggota kantor Sheriff Los Angeles County telah melakukan kelalaian.

“Ini mimpi paling buruk bagi setiap orang, yang mengira mereka dilindungi oleh aparat penegak hukum dan malah penegak hukum itu yang merenggut nyawa mereka.” kata pengacara keluarga.

Dalam pernyataan terpisah Departemen Sheriff Los Angeles menyampaikan bela sungkawanya kepada kelaurga Mendozza dan menyatakan pihaknya akan selalu berupaya untuk menghindari tragedi serupa terulang kembali.

“Para deputi dipaksa mengambil keputusan dalam hitungan detik saat seorang tersangka bersenjata melepas beberapa kali tembakan ke arah mereka, menempatkan nyawa-nyawa tak berdosa dalam bahaya dan menyandera anggota keluarga di rumah mereka.” pernyataan Departemen Sheriff Los Angeles.

“Hasilnya adalah penyelamatan sandera itu, tapi juga kematian memilukan seorang pria tak bersalah.” lanjutnya.

Ramirez sendiri akhirnya tewas ditembak usai menodongkan pistol ke polisi yang mengejarnya. Dia sempat menyandera istri Mendoza, Lorraine, selama 8 jam sebelum akhirnya tewas di tangan polisi.

Check Also

Hailey Baldwin Akan Mengganti Nama Setelah Dinikahi Justin Bieber

Justin Bieber dan Hailey Baldwin baru saja mengkonfirmasi soal pernikahan mereka kepada penggemar, setelah ini …