Thursday , January 18 2018
Home > News > KPK AKAN LAKUKAN PEMERIKSAAN KEPADA BEBERAPA ORANG KASUS E-KTP

KPK AKAN LAKUKAN PEMERIKSAAN KEPADA BEBERAPA ORANG KASUS E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pemeriksaan kepada empat orang saksi dalam penyidikan tindak pidana dalam kasus korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk yang berbasis nomor induk serta kependudukan secara nasional (KTP Elektronik/KTP-E).

“Empat orang itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat.

Empat saksi itu adalah mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 Antarini Malik, Kasie Pencatatan Perubahan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Diana Anggraeni, dua Staf Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri yakni Kusmihardi dan Achmad Purwanto.

Mengenai dakwaan perkara kali ini, seorang Andi Agustinus alias Andi Narogong membentuk tiga konsorsium yaitu konsorsium percetakan negara indonesia, konsorsium Astapraphia, dan konsorsium murakabi yang untuk memenangkan Konsorsium Percetakan Nasional Indonesia dengan anggaran total semua mencapai Rp5,95 triliun dan mengakibatkan kerugian negara Rp2,314 triliun.

Dan sementara itu, selain juga ada empat orang anggota konsorsium PNRI pada proyek ini yaitu PNRI, PT Sucofindo, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra.

Dalam dakwaan juga disebutkan beberapa anggota tim Fatmawati, yaitu Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing menerima Rp60 juta dalam kaitan proyek bernilai Rp5,95 triliun itu.

Untuk saat ini telah diketahui bahwa dalam proses lelang dan pengadaan itu diatur oleh irman, Sugiharto, dan telah direncanakan oleh Andi Agustinus yang telah membentuk tim Fatmawati yang akan bertemu di sebuah ruko Fatmawati milik Andi Agustinus sendiri.

Terdakwa dalam kasus ini adalah Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri,Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

Mengutip antara, keduanya didakwa pasal yang membuatnya terancam pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Check Also

SEKITAR ADA 36 ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA DI PERBATASAN IRAK

SEKITAR ADA 36 ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA DI PERBATASAN IRAK

SEKITAR ADA 36 ORANG TEWAS AKIBAT GEMPA DI PERBATASAN IRAK – Sebuah gempa berkekuatan 7,3 …