Saturday , August 18 2018
Home > Ekonomi > KPK BERHASIL MENGGELEDAH RUMAH DARI DIREKTUR UTAMA PLN SOFYAN BASIR
KPK BERHASIL MENGGELEDAH RUMAH DARI DIREKTUR UTAMA PLN SOFYAN BASIR
KPK BERHASIL MENGGELEDAH RUMAH DARI DIREKTUR UTAMA PLN SOFYAN BASIR

KPK BERHASIL MENGGELEDAH RUMAH DARI DIREKTUR UTAMA PLN SOFYAN BASIR

KPK BERHASIL MENGGELEDAH RUMAH DARI DIREKTUR UTAMA PLN SOFYAN BASIR – Komisi pemberantas korupsi [KPK] menggeledah kediaman Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir pada hari minggu 15/07/2018 penggeledahan itu dilakukan untuk menemukan sebuah bukti kuat yang terbukti dengan perkara korupsi tersebut

“ benar ada sebuah penggeledahan dirumah Dirut PLN Yang dilakukan sejak pagi hari ini, oleh tim KPK “ ucap juru bicara KPK Febri Diansyah saat di konfirmasi pada hari minggu sore lalu oleh team interqq.info melalui telepon genggam

BACA JUGA : BANGUNAN INI DIBANGUN PADA AKHIR ABAD KE 17 INILAH RUMAH BERGAYA ORIENTAL TERTUA DI FILLIPINA

Menurut dari febri penggeledahan ini terkait dengan sebuah penyelidik KPK dalam kasus suap terkait proyek pembangkitan listrik tenaga uap [PLTU] Riau-1, karena sebelum nya KPK menetapkan wakil ketua komisi Vll DPR Eni Maulana Saragih sebagai tersangka

Atas kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di provinsi Riau tersebut itu, KPK juga sudah menetapkan seorang pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham BlackGold Natural Resources Limited

Johannes Budisutrisno Kotjo, yang diduga menjadi pihak pemberi suap tersebut, KPK telah melakukan sebuah penyelidikan kasus ini sudah di lakukan sejak Juni 2018 lalu setelah berhasil mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar nya

Pada hari jum’at siang tim penindakan KPK mengidentifikasi adanya penyerahan uang dari Audrey Ratna Justianty kepada Tahta Maharaya di lantai 8 gedung Graha BIP, Audrey merupakan sekretaris Johannes Budisutrisno Kotjo sedangkan untuk Tahta

BACA JUGA : AKHIRNYA GENGGAM 51 PERSEN SAHAM FREEPORT DAN BERAPA POTENSI PENDAPATAN INDONESIA SAAT INI

Sendiri adalah staf sekaligus keponakan dari Eni Maulani Saragih, menurut dugaan KPK Eni menerima suap total sebesar Rp 4,8 miliar yang merupakan commitment Free 2,5 persen dari nilai kontrak proyek pembangkit listrik berkekuatan 35.000 megawatt itu

Diduga juga suap diberikan agar masalah proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 bisa berjalan sangat mulus “ dan kami harap pihak terkait kooperatif dan tidak bisa melakukan upaya – upaya yang dapat menghambat pelaksanaan tugas penyelidikan ini “ ucap Febri

KPK BERHASIL MENGGELEDAH RUMAH DARI DIREKTUR UTAMA PLN SOFYAN BASIR

Check Also

COBAIN 3 TEMPAT WISATA INI BERSAMA KEKASIH KALIAN

COBAIN 3 TEMPAT WISATA INI BERSAMA KEKASIH KALIAN

COBAIN 3 TEMPAT WISATA INI BERSAMA KEKASIH KALIAN – Terlihat kamu harus segera beralih wisata …