Friday , September 21 2018
Home > News > KPK TETAPKAN BUPATI LABUHANBATU SEBAGAI TERSANGKA SUAP PROYEK.

KPK TETAPKAN BUPATI LABUHANBATU SEBAGAI TERSANGKA SUAP PROYEK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap sebagai tersangka suap proyek di Labuhanbatu, Sumatera Utara untuk tahun fiskal 2018.

“Setelah melakukan pemeriksaan dan gelar kasus, disimpulkan bahwa ada dugaan korupsi dalam memberi atau menerima hadiah atau janji kepada Bupati Labuhanbatu terkait dengan proyek di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara TA 2018,” kata Wakil Ketua KPK , Saut Situmorang pada hari Rabu, 18 Juli.

Selain Pangonal, KPK juga menetapkan kepercayaannya, Umar Ritonga sebagai tersangka penerima suap. Sementara itu, si tersangka pemberi, KPK mengatur pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Sahputra.

KPK mencurigai Pangonal telah menerima suap sebesar Rp576 juta dari Effendy Sahputra melalui Umar. Dari jumlah itu, 16 juta diberikan kepada AT yang melakukan penarikan uang. Sementara itu, Rp61 juta lainnya ditransfer ke Effendy. Uang itu diduga bagian dari alokasi Rp3 miliar.

“Diduga uang itu berasal dari pencairan pengembangan RSUD Rantau Prapat Labuhanbatu,” kata Saut.

Pengungkapan kasus dimulai dari Operasi Sting yang diselenggarakan oleh KPK di Jakarta dan Labuhanbatu pada hari Selasa, 17 Juli. KPK menangkap Pangolan dan asistennya di bandara Soekarno Hatta. Sementara di Labuhanbatu, KPK menangkap Effendy, Kepala Labuhanbatu PUPR Service Khairul Pakhri dan salah satu pihak swasta H. Thamrin Ritonga.

Umar berhasil melarikan diri ketika KPK hendak ditangkap setelah ia mengambil uang di Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara. Umar membantu membawa uang Rp500 juta yang baru saja dicairkan. KPK hanya berhasil mendapatkan bukti transaksi senilai Rp576 juta.

Check Also

PAN Mendesak Ma`ruf Amin Mengundurkan Diri dari Ketua MUI

PAN Mendesak Ma`ruf Amin Mengundurkan Diri dari Ketua MUI

Ketua Eksekutif Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mendesak Ma`ruf Amin, yang dipilih oleh Presiden …