Gaya hidupInspirasiKesehatan

KULIT PEREMPUAN LEBIH CEPAT TUA JIKA TIDAK DI RAWAT BENAR

KULIT PEREMPUAN LEBIH CEPAT TUA JIKA TIDAK DI RAWAT BENARKULIT PEREMPUAN LEBIH CEPAT TUA JIKA TIDAK DI RAWAT BENAR

Dikatakan bahwa Wanita terus bertambah tua. Dan jika ini tidak cukup buruk dikatakan oleh para periset didalam sebuah studi baru menunjukkan bahwa kulit wanita sebenarnya mulai menua lebih cepat daripada kulit manusia.

Dijelaksan oleh periset Dengan menggunakan teknik pencitraan laser baru, para periset melihat lapisan kulit yang lebih dalam dan mengukur jumlah kerusakan akibat paparan sinar matahari dan penuaan. Pencitraan kolagen dan elastin, yang degenerasi menyebabkan keriput dan hilangnya kelancaran, mengungkapkan bahwa wanita kehilangan kolagen lebih cepat daripada pria.

Dimaksud dari Kolagen itu sendiri  adalah sekelompok protein di dermis, lapisan jaringan ikat kulit, dan bertanggung jawab atas kekuatan kulit. Tubuh manusia membuat banyak kolagen di masa muda. Tapi produksi kolagen menurun seiring bertambahnya usia.

Dijelaskan oleh  ahli dermatologi yang ingin memeriksa jaringan kolagen pasien di dermis harus mengeluarkan sampel jaringan dan melihatnya di bawah mikroskop. Periset ingin mengukur perubahan kandungan kolagen dari waktu ke waktu, kata rekan penulis Johannes Koehler, seorang ahli kulit di Universitas Friedrich Schiller.

Dengan teknik demikian para dokter menyinari pulsa ultra-singkat sinar inframerah laser yang masuk ke dermis tanpa merusak lapisan kulit pertama. Pulsa cahaya kemudian merangsang jaringan kulit di dermis untuk memancarkan cahaya kembali. Kolagen memancarkan cahaya biru dan hijau elastin, yang memungkinkan para peneliti untuk mengukur jumlah relatif masing-masing.

Dijelaskan dari Rata-rata jumlah relatif kolagen dan elastin dan penampilan fisik dermis berhubungan dengan usia pasien. Hal ini tampaknya berkorelasi dengan jenis kelamin, dengan penuaan kulit wanita lebih cepat daripada pria, para periset menggambarkan dalam jurnal Optics Letters edisi Oktober.1.

Dan juga Tekniknya saat ini pada tahap percobaan, suatu hari kelak bisa membantu menganalisa penyakit kulit yang mempengaruhi kolagen dan bahkan tes anti penuaan produk kosmetik.

Leave a Reply