Monday , October 15 2018
Home > Gaya hidup > LABA LABA MEMATIKAN JADI KUNCI UNTUK SEL KANKER
LABA LABA MEMATIKAN JADI KUNCI UNTUK SEL KANKER
LABA LABA MEMATIKAN JADI KUNCI UNTUK SEL KANKER

LABA LABA MEMATIKAN JADI KUNCI UNTUK SEL KANKER

LABA LABA MEMATIKAN JADI KUNCI UNTUK SEL KANKER – Laba-laba funnel-web Australia atau laba-laba jarring corong aslaah salah satu arakhnida paling mematikan di dunia. Tapi kini para ahli telah menemukan bahwa mereka bisa di gunakan untuk membunuh sel kanker tertentu.

Penelitian oleh QIMR Berghofer Medical Research Institute menemukan peptide yang diekstrak dari kelenjar racun laba-laba funnel-web Darling Downs dan disintesis secara kimia memiliki sifat anti kanker yang dapat membunuh sel kanker melanoma pada manusia dan menghentikan penyebaran sel kanker.

Senyawa ini, yang juga terbukti sangat efektif dalam mengobati sel-sel tumor wajah Tasmania devil. Dengan kata lain, cara ini dapat menjadi dasar perawatan kanker batu. Peneliti utama asal Queensland, Dr Maria Ikonomopoulou mengatakan bahwa peptida itu telah di uji dalam precobaan laboratorium terhadap senyawa serupa dari laba-laba Brasil. Dia terkejut mendapatkan bahwa peptide itu memiliki efek yang sangat besar.

LABA LABA MEMATIKAN JADI KUNCI UNTUK SEL KANKER

“Kami menemukan peptide laba-laba jarring corong Australia lebih baik dalam membunuh sel-sel kanker melanoma dan mampu menghentikan penyebaran , dan itu tidka memiliki efek beracun pada sel-sel kulit yang sehat,”sambungnya.

Peptide adalah rantai asam amino yang dihubungkan satu sama lain oleh ikatan amida. Peptide laba-laba jarring corong ini digunaakan dalama penelitian internasional untuk menguji sifat antibiotic dan anti kenkernya.

Laba-laba jarring corong Darling Doens atau Toowoomba dapt di temukan do Queensland bagiaan selatan . hewan ini paling sering hidup di pegunungan yang tertutup hutan hujan dan di sungai kecil dan anak singai yang mengalir dari pegunungan terebut.

LABA LABA MEMATIKAN JADI KUNCI UNTUK SEL KANKER

Dr Ikonomopoulou mangatakan masih perlu waktu bertahun-tahun mendatang tetapi hasil awal dari penelitian itu sangat menjanjikan. “Kami berharap bahwa senyawa ini di masa depan dapat di kembangkan menjadi pengobatan baru untuk melanoma,”katanya.

“Temuan ini mendorong kami untuk terus menyelidiki potensi senyawa bioaktif yang berasal dari racun untuk mengobati melanoma, penyakit hati obesitas dan metabolism bekerja sama dengan industry biofarmasi.

Dr Ikonomopoulou mengatakan bahwa senyawa tersebut juga dapat digunakan untuk mengobati tumor wajah pada hewan Tasmania Devil. “Mirip dengan efek dalam sel melanoma, kami menemukan bahwa peptide laba-laba Australia dapat membunuh sel-sel Penyakit Tumor Wajah Tasmanian Devil (DFTD) dan tidak mempengaruhi sel-sel sehat yang banyak,”katanya.

BACA JUGA : PENELITI MENELITI MIGRASI LABA LABA YANG MEMILIKI RACUN PALING MEMATIKAN

“Dari sudut pandang konservasi, kami mengidentifikasi sebuah senyawa untuk menyelidiki lebih lanjut dan mungkin itu bisa mengarah pada oabt melawan penyakit yang dapat di gunakan dengan strategi manajemen yang berbeda untuk menyelamatkan spesies ikonik ini,”katanya.

DFTD adalah kanker menular yang menyebar melalui gigitan dan menyebabkan tumor tubuh di dalam wajah ayau mulut hewan yang terkena. Professor dari University of Tasmania, Gregory Woods mengatakan tidak ada obat yang diketahui untuk penyakit ini.

“Sel-sel kanker sangat kuat hingga anda harus membunuh setiap sel kanker dan semua upaya sejauh ini sekitar 90 persen efektif tetapi beberapa sel kanker yang bertahan hidup akan terbentuk kembali,”katanya.

Professor Woods mengatakan penemuan medis baru tentang penyakit ini memberi harapan penyembuhan dapat ditemukan. “Ada kemajuan luar biasa dalam 10 tahun terakhir mengingat mengingat betapa sedikit yang kita ketahui tentang penyakit ini,”ujar Profesor Woods.

“Sehingga setiap penelitian baru yang muncul, ide-ide baru dan hasil baru semuanya berkontribusi pada pemahaman yang lebih besar, bukan hanyapenyakit tetapi cara-cara untuk menangani penyakit ini,”Imbuhnya.

Para peneliti di Menzies Institute for Medical Research sedang mengerjakan vaksin untuk mencegak satwa Tasmania Devil tidak terserang penyakit. Studi laba-laba jarring corong ini telah dipiblikasikan dalam jurnal laporan Ilmiah dan Cell Death Discovery.

Check Also

SUDAH LAMA WARGA TANGGERANG MENGGUNAKAN AIR LIMBAH UNTUK SEHARIANNYA

SUDAH LAMA WARGA TANGGERANG MENGGUNAKAN AIR LIMBAH UNTUK SEHARIANNYA

SUDAH LAMA WARGA TANGGERANG MENGGUNAKAN AIR LIMBAH UNTUK SEHARIANNYA – Warga tanggerang sudah menggunakan air …