News

LIMA ORANG DI TANGKAP KARENA DIDUGA MENJALANKAN KLINIK ABORSI ONLINE

LIMA ORANG DI TANGKAP KARENA DIDUGA MENJALANKAN KLINIK ABORSI ONLINELIMA ORANG DI TANGKAP KARENA DIDUGA MENJALANKAN KLINIK ABORSI ONLINE

LIMA ORANG DI TANGKAP KARENA DIDUGA MENJALANKAN KLINIK ABORSI ONLINE – Polisi Klaten menangkap lima orang pada hari Jumat lalu karena diduga menjalankan klinik aborsi online di Ceper, Klaten, Jawa Tengah.Para tersangka diidentifikasi sebagai Agung Nugroho dan istrinya, Anisa Puspitasari, serta Ariyanti, seorang bidan setempat. Agung dan Anis diduga menawarkan layanan aborsi pada aplikasi pesan LINE di bawah kendali Nindira. Polisi juga menangkap Dian Arisa dan Yoga Janu, pasangan yang diduga menggunakan layanan klinik.

Menurut Kepala Polisi Klaten Sr. Comr. Aries Andhi, timnya menemukan klinik aborsi setelah Anisa melaporkan ke polisi bahwa ponselnya hilang. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan bahwa barang itu diduga dicuri oleh Dian.

Setelah kami mengetahui siapa yang mencuri telepon, kami memeriksa data dan menemukan percakapan yang berkaitan dengan layanan yang ditawarkan oleh klinik aborsi, kata Aries, pada hari Kamis, 14 Maret 2019.

Agung dan Anisa mengaku kepada polisi bahwa mereka telah mengoperasikan klinik aborsi online selama tiga tahun terakhir. Selama bertahun-tahun operasinya, pasangan itu diduga menemui 200 pasien, yang kebanyakan hamil tiga bulan atau kurang.

Kami hanya memberikan obat aborsi seperti cytotec kepada pasien ketika mereka masih dalam trimester pertama, kata Agung kepada polisi.

Baca Juga : PERNIKAHAN ANAK MASIH BIASA, MESKIPUN ADA LARANGAN PENGADILAN DI INDONESIA

LIMA ORANG DI TANGKAP KARENA DIDUGA MENJALANKAN KLINIK ABORSI ONLINE – Dia juga menjelaskan bahwa tidak setiap aborsi membutuhkan bantuan medis. Saya meminta bantuan Ariyanti jika masa kehamilan mereka lebih dari tiga bulan.

Obat-obatan itu diduga dijual seharga Rp 3 juta per tablet. Jika pasien ingin menggunakan layanan bidan untuk menggugurkan janin mereka, Agung diduga membebankan biaya hingga sebesar Rp 10 juta. Pasien yang membutuhkan bantuan medis diduga menerima perawatan di rumah bidan di desa Kujon, Ceper, Klaten.

Untuk janin yang berusia kurang dari dua bulan, Agung mengklaim dia menyuntikkan pasien dengan triclofem, obat yang digunakan untuk mengobati pendarahan rahim yang abnormal, selain memberi mereka cytotec. Setelah enam jam, janin akan digugurkan.

Ariyanti mengklaim bahwa dia hanya terlibat dalam tiga operasi. Mereka membayar saya Rp3 juta untuk setiap operasi. Saya menyesali tindakan saya, katanya kepada polisi.

Sementara itu, kepala departemen kejahatan polisi Klaten, Comr. Didik Sulaiman, mengungkapkan bahwa klinik aborsi online tidak hanya digunakan oleh orang-orang dari Jawa, tetapi juga oleh orang-orang di Sulawesi dan Kalimantan.

Kami akan mencari kantor Nindira di Yogyakarta, termasuk klinik Ariyanti di Klaten, kata Didik.

Leave a Reply