Tuesday , December 12 2017
Home > Mancanegara > MALAYSIA TERKENA RANSOMWARE WANNACRY
MALAYSIA TERKENA RANSOMWARE WANNACRY
MALAYSIA TERKENA RANSOMWARE WANNACRY

MALAYSIA TERKENA RANSOMWARE WANNACRY

Badan keamanan cyber Malaysia telah mengeluarkan sebuah peringatan saat negara tersebut muncul sebagai satu dari hampir 100 negara yang terkena serangan cyberware ransomware global besar-besaran.

CyberSecurity Malaysia, agen di bawah Kementerian Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi, mendesak semua pengguna internet dan administrator sistem untuk mengamankan mesin dan jaringan mereka untuk melindungi dari “WanaCrypt0r 2.0” atau WannaCry ransomware.

Ransomware adalah jenis perangkat lunak berbahaya, atau perangkat lunak jahat, yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer sampai sejumlah uang dibayarkan.

“Kami mendesak administrator sistem untuk menambal sistem mereka sesegera mungkin dan membuat pengguna mereka mengetahui ransomware baru untuk mencegah mereka membuka email dan file yang mencurigakan,” kata CEO Amirudin Abdul Wahab dalam peringatan yang dikeluarkan pada hari Sabtu .

Peringatan tersebut mengatakan bahwa malware tersebut menggunakan kerentanan yang pertama kali diungkap ke publik sebagai bagian dari kumpulan dokumen yang bocor dari National Security Agency, organisasi intelijen militer Amerika.

Serangan cyber yang terdeteksi pada hari Jumat dilaporkan mencapai 99 negara, yang mempengaruhi jaringan komputer Layanan Kesehatan Nasional Inggris, kementerian dalam negeri Rusia dan pengirim internasional FedEx, antara lain.

AFP mengutip Perdana Menteri Inggris Theresa May yang mengatakan bahwa serangan tersebut tidak ditargetkan ke negara tertentu manapun.

“Ini adalah serangan internasional dan sejumlah negara dan organisasi telah terpengaruh,” kata May.

Peta real-time dari serangan oleh blog keamanan MalwareTech yang secara luas disebut dalam laporan berita internasional menjadikan Malaysia sebagai salah satu negara yang terkena dampak.

Namun, tidak ditentukan jaringan komputer atau server mana yang terpengaruh.

Peta dapat dilihat di https://intel.malwaretech.com/botnet/wcrypt/?t=24h&bid=all

Reuters melaporkan bahwa korban yang membuka lampiran e-mail yang terinfeksi akan menemukan data mereka dienkripsi.

Uang tebusan tersebut kemudian akan meminta pembayaran hingga US $ 600 (2.640 ringgit Malaysia) untuk memulihkan akses.

CyberSecurity mengatakan bahwa ransomware dapat menyebabkan hilangnya informasi sensitif atau kepemilikan sementara atau permanen, gangguan pada operasi reguler, kerugian finansial dan potensi kerugian terhadap reputasi sebuah organisasi.

Ini memberi tahu pengguna Internet untuk membuat cadangan data mereka secara teratur, mempertahankan sistem operasi anti-virus terkini dan tidak mengeklik lampiran e-mail yang tidak diminta.

“Kami memantau situasi di Malaysia dan akan mengambil tindakan yang diperlukan dengan memberikan bantuan teknis kepada organisasi yang terkena dampak dan pengguna individual mengenai remediasi dan pencegahan,” kata Amirudin.

Pengguna internet dapat melacak saran ancaman terbaru CyberSecurity di situsnya www.mycert.org.my.

Pada pukul 10 pagi pada hari Sabtu, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia mengatakan tidak ada serangan yang dilaporkan terjadi.

Check Also

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

Ketua Umum non aktif Partai Golkar  Setya Novanto ditinggalkan oleh kedua kuasa hukumnya yakni Otto …