Uncategorized

Memulihkan Pariwisata setelah Tsunami Selat Sunda  

Memulihkan Pariwisata setelah Tsunami Selat Sunda
 

Memulihkan Pariwisata setelah Tsunami Selat Sunda
Memulihkan Pariwisata setelah Tsunami Selat Sunda

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghargai tindakan yang diambil oleh Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dalam memulihkan sektor pariwisata di wilayah pantai Selat Sunda setelah tsunami melanda daerah itu pada 22 Desember tahun lalu.

“Dengan menggunakan strategi Branding, Periklanan, dan Penjualan atau BAS,” kata Menteri Arief Yahya pada rapat koordinasi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Selat Tsunami di Marbella Convention Anyer Hotel, Serang, Banten pada Jumat, 11 Januari.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengatakan tsunami Selat Sunda telah merenggut banyak nyawa, menyebabkan kehilangan harta benda, dan mempengaruhi beberapa tujuan wisata di Lampung.

Untuk memulihkan pariwisata di Lampung, Ridho melakukan branding #ExcitingBanten #TheTreasureOfSumatra, menciptakan iklan di semua platform media, hingga barang dagangan. Adapun strategi penjualan, Ridho mengadakan acara pariwisata, Famtrips (Perjalanan Sosialisasi), dan roadshow.

Kampanye Pariwisata Lampung juga viral di media sosial melalui tagar #LampungItuKerreen dan dengan mengatur Penjualan Besar Lampung. Itu termasuk penawaran paket panas yang bekerja sama dengan hotel, restoran, agen perjalanan, dan maskapai penerbangan untuk memberikan harga dan layanan terbaik.

“Kami juga melakukan pembersihan pantai; berkolaborasi dengan pemangku kepentingan pariwisata, pers, dan blogger perjalanan untuk membuat gambar yang membuat Lampung nyaman bepergian,” kata Ridho.

Pemerintah juga memberikan bantuan keuangan kepada tujuan pariwisata yang terkena tsunami untuk memulihkan kata-kata mereka.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Pemerintah Lampung, menurut Ridho adalah mempromosikan tujuan wisata selain laut dan pantai.

Ia menyebutkan bahwa Lampung juga memiliki Taman Hutan Raya (Tahura) sebagai wisata gunung, Taman Nasional Bukit Barisan, Taman Way Kambas dan wisata buatan, seperti bukit hijau, serta wisata budaya dan kerajinan.

Leave a Reply