Wednesday , October 17 2018
Home > News > MENDAPAT DAKWAAN KORUPSI, SETYA NOVANTO AJUKAN NOTA KEBERATAN
MENDAPAT DAKWAAN KORUPSI, SETYA NOVANTO AJUKAN NOTA KEBERATAN
MENDAPAT DAKWAAN KORUPSI, SETYA NOVANTO AJUKAN NOTA KEBERATAN

MENDAPAT DAKWAAN KORUPSI, SETYA NOVANTO AJUKAN NOTA KEBERATAN

Maqdir Ismail, selaku kuasa hukum Setya Novanto meminta waktu setidaknya dua minggu untuk menyampaikan keberatan. Dimana sebelumnya Setya Novanto bersama dengan kuasa hukumnya mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum pada KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi ). Maqdir beralasan adanya sejumlah   fakta yang harus disusun didalam surat dakwaan JPU yang dianggapnya tidak mendasar dan bahkan ada yang terkesan dihilangkan.

“Kami mohon waktu lebih panjang lagi yang mulia. Karena begitu banyak fakta yang berbeda bahkan ada fakta-fakta yang hilang sementara itu ada pula penambahan-penambahan nama terdakwa,” ujar Maqdir memberi argumen di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).  Namun permintaan dari tim kuasa hukum Setya Novanto harus pupus karena permintaan tersebut mendapatkan penolakan dari majelis hakim.

Ketua majelis hakim, Yanto menetapkan batas penyusunan eksepsinya yakni hanya satu minggu saja. “Saya rasa cukup satu minggu. Jika tidak cukup bisa kita pertimbangkan lagi,” tukasnya. Setya Novanto didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah pada Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHP.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini didakwa karena memperkaya diri sendiri sejumlah USD 7,300,000 dari proyek e-KTP. Dimana peneriman dana tersebut oleh Setya Novanto melalui Irianto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan sekaligus Direktur PT Murakabi Sejahtera peserta konsorsium PNRI. Penerimaan uang korupsi juga diterima oleh Setya Novanto melalui Made Oka Masagung selaku mantan Komisaris PT Gunung Agung.

Mantan Ketua DPR ini juga mendapatkan dakwaan memperkaya diri dalam bentuk barang yakni jam tangan bermerek Richard  Mille seharga USD 135,000 yang diterimanya dari Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Johannes Marliem. Selama persidangan hari ini, Setnov berulah dengan menunjukan  sikap yang tidak kooperatif . dimana Setnov tidak memberikan respon pada pertanyaan yang diajukan oleh majelis hakim dengan alasan dirinya sakit. Namun alasan tesebut dimentahkan kembali oleh jaksa penuntut umum pada KPK.

Pada 18 November, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memberikan assesment, dan menyatakan (Setya Novanto) sehat dan sudah bisa bermain tenis meja sampai Selasa sore dan kondisi-kondisi itu kami pantau terus,” ujar Jaksa Irene di hadapan majelis hakim sekaligus membantah pengakuan Setnov dan tim kuasa hukumnya.

Check Also

Timses Jokowi Ajak Debat Dengan Data Atas Pernyataan Waketum Gerindra

Timses Jokowi Ajak Debat Dengan Data Atas Pernyataan Waketum Gerindra

Timses Jokowi Ajak Debat Dengan Data Atas Pernyataan Waketum Gerindra – Wakil Ketua Tim Kampanye …