Saturday , August 18 2018
Home > Gaya hidup > MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG KOPI DI INDONESIA
Black Ivory Coffee beans are displayed on November 26, 2016 in Baan Ta Klang, Thailand. Photographer: Taylor Weidman/Bloomberg

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG KOPI DI INDONESIA

Berawal dari beberapa liputan jurnalistik dalam bentuk jelajah Kopi Nusantara. Bahwa kita dapat memetakan senjumlah persolanan mendasar yang dihadapi komoditas kopi mulai dari hulu dan hilir.

Persoalan itu diantara lainnya adalah produktivitas kopi yang rendah, yakni hanya dengan rata-rata 0,5 Ton per hektar, per tahunnya, petani nyaris tidak mendapatkan pendampingan yang baik, serta bibit tanaman yang berkualitas rendah, panen yang belum matang, serta penanganan pasca panen yang belum optimal, bahkan teknologi pengolahan pun masih dididominasi produk impor.

Sementara itu, fakta yang berkembang wsaat ini, terutama diperkotaan, minat masyarakat untuk minum kopi terus meningkat. Pertumbuhan kafe dan gerai kopi kian bertambah seiringnya berkembang suatu gaya hidup di kalangan masyarakat itu sendiri. Kondisi itu membuat permintaan kopi untuk pasar domestik pun cukup pesat.

Fakta-fakta ini selain merupakan peluang yang besar, juga menjadi tantangan yang yang tak kecil. Dan untuk semua itu pihak-pihak harus bahu-membahu untuk mengembangkan komoditas kopi itu secara lebih baik dan optimal.

Segala kekurangan serta keterbatasan itu perlu kita perbaiki serta harus dibenahi sehingga kopi pun dapat menjadi andalan dalam meningkatkan perekonomian masyarat serta negara tersebut.

Festival Kopi Nusantara yang dilakukan bersama dengan Bank BRI ini juga bagian dari upaya untuk menjembatani kepentingan petani, Pemerintah serta penggemar kopi.

Melalui wadah ini, para pihak tersebut bisa langsung bisa mengenal dan berbagi, saling mengevaluasi serta membangun komitmen guna mendongkrak kualitas dan kuantitas komoditas tersebut sesuai standar pasar.

Festival Kopi Nusantara tersebut akan berlangsung pada 19-22 juli 2018 di Bentara Budaya Jakarta. Acara ini pun diisi yang beragam kegiatan, antara lain pameran kopi, diskusi, pameran foto hasil liputan tentang jelasah Kopi Nusantara dan ada pula Kelas Roasting Kopi, Kompetisi Manual Browing, Cup Tasterm Peramal dan Live Music.

Khusus jualan serta pameran kopi ini akan diisi dengan kopi dari senjumlah daerah yakni dari Aceh (Gayo), Sumatera Utara (Sidikalang dan Mandailing), Jambi (Kerinci dan Liberika Tungkal), Lampung, Malang (Dampit), Bondowoso (Ijen), Flores (Bajawa dan Manggarai), Sumba, dan Papua (Pegunungan Jayawijaya, dan Doglai).

Jenisnya merupakan Arabica, Robusta dan Liberika. Kopi-kopi ini dipamerkan bukan untuk para penggemar kopi saja, tetapi juga petani serta para pemerintah daerah.

Diskusi ini dilakukan selama tinga kali yakni pada Jumat (20/7), Sabtu (21/7) dan Minggu (22/7). Dalam diskusi tersebut telah dibedah lebih jauh soal sejuta persoalan yang dihadapi kopi di Nusantara, juga ada pun tnatangan yang berkembang saat ini dan dimasa depan, teknologi pengolahan kopi, dan kopi yang telah menjadi gaya hidup generasi milenial.

Para pembicara antara lain dari instansi terkait seperti kementerian pertanian, kementerian perindustrian, asosiasi kopi, produsen peralatan kopi, serta para pengamat ekonomi.

Selain dari komoditas, ini juga dipamerkan dengan sejumlah peralatan untuk pengolahan kopi, misalnya, mesin roasting. Selama 20-22 Juli 2018, Festival Kopi ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Dan tidak dipungut biaya. Jadi siapaun silahkan untuk datang.

Check Also

Kenali Tanda-Tanda Jenis Buta Warna pada Diri Kita

Tidak kebanyakan orang untuk menyadari dirinya sedang menderita buta warna, terutama pada anak-anak. Nah, untuk …