Sport

MESKIPUN BERMAIN BURUK, SANCHEZ TETAP DI NANTIKAN FANS CITY

MESKIPUN BERMAIN BURUK, SANCHEZ TETAP DI NANTIKAN FANS CITYMESKIPUN BERMAIN BURUK, SANCHEZ TETAP DI NANTIKAN FANS CITY

Duel antara Manchester City dan Arsenal pada pekan ke 11 Premier League akan menyisakan sebuah kejadian yang di pastikan membekas di ingatan Alexis Sanchez.

Ketika itu, para pendukung The Citizens melantunkan sebuah lagu yang mempunyai lirik “he wants to be blue” yang sudah pasti di tujukan untuk penyerang internasional Cile itu. Kehadiran sang pemain terbukti di nanti-nantikan oleh seluruh pendukung City.

Akan tetapi, banyak pengamat sepakbola yang menyangsikan kehadiran penyerang itu ke dalam lini depan City di anggap tidak akan cocok dengan permainan yang di usung oleh sang manajer Pep Guardiola.

Belum lagi jika mengetahui banyak sekali kritikan yang di berikan kepada Sanchez karena gaya permainannya yang lebih kepada solo player. Dan yang lebih di luar akal sehat, Arsene Wenger malah membiarkan hal itu terjadi dengan memasangnya sebagai ujung tombak tunggal di barisan depan The Gunners meskipun posisi tersebut bukanlah posisi favorit sang pemain.

Bertandang ke markas City, Wenger memainkan formasi aneh dengan memakai formasi 5-4-1, alhasil karena melakukan eksperimen baru, sang professor di nyatakan gagal besar karena timnya harus mendera kekalahan 3-1 dari tuan rumah.

Melihat timnya tertinggal dua gol, Wenger akhirnya mengembalikan posisi Sanchez sebagai penyerang sayap. Namun perubahan itu sudah tidak bisa membantu ketertinggalan tim, dimana sang striker itu malah tampak canggung ketika tidak mampu memainkan peran defensive di sektor kiri.

Pada musim lalu, penyerang berusia 28 tahun itu mampu mencetak 30 gol dan 15 assist, menobatkan dirinya menjadi permain terbaik di kubu Arsenal. Akan tetapi ketika mengetahui dirinya mulai di dekati oleh City, penampilan sang pemain berubah 360 derajat.

Wenger pun sudah membuat keputusan untuk melegonya ke City menjelang penutupan bursa transfer, namun mimpi yang hampir terwujud itu buyar seketika ketika sang manajer gagal mendapatkan pemain muda AS Monaco Thomas Lemar, yang di tujukan sebagai pengganti dirinya.

Semenjak hari itu, Sanchez memperlihatkan ketidak seriusannya membela Arsenal di berbagai pertandingan. Seharusnya, ketika bertemu dengan City, Sanchez di harapkan untuk bisa mencuri perhatian Guardiola untuk meyakinkan sang pelatih merekrutnya pada akhir musim mendatang.

Namun penampilannya pada bentrokan tersebut sangat jauh di luar harapan. Dan dari penampilan buruknya itu akan menjadi bahan pertimbangan bagi manajer asal Spanyol itu untuk mendapatkan tanda tangannya pada masa depan.

2 Comments

Leave a Reply