Wednesday , July 18 2018
Home > News > MUI MINTA UNTUK TIDAK BERKHOTBAH POLITIK DI HARI IDUL FITRI

MUI MINTA UNTUK TIDAK BERKHOTBAH POLITIK DI HARI IDUL FITRI

Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin mengimbau para pengkhotbah yang akan menyampaikan khotbah pada Hari Raya Idul Fitri 1439H untuk menghindari konten politik praktis.

“Kami menyerukan kepada para pengkhotbah shalat Idul Fitri untuk menghindari isi politik praktis yang dapat menyebabkan perpecahan bagi umat Islam, tidak menjadi media untuk berkampanye,” kata Maruf pada konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 12 Juni.

Maruf mengatakan para pengkhotbah harus menyampaikan pesan peningkatan iman dan pengabdian, persaudaraan, dan kedamaian kepada jemaat.

“Juga menyampaikan pesan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya terorisme, obat-obatan, minuman keras, perilaku seksual menyimpang atau LGBT, dan semua bentuk pelanggaran lainnya,” katanya.

Selain itu, Maruf mengimbau kepada umat Islam untuk mengirim doa bagi semua Muslim di rumah dan di luar negeri, terutama di Palestina, Rohingya, Kashmir, dan Suriah, yang menderita tragedi kemanusiaan.

Maruf mengatakan Hari Idul Fitri harus menjadi momentum untuk menjaga kohesi sosial, menjaga perdamaian, memperkuat dan memperkuat ikatan dan hubungan antara saudara dan saudari, warga negara dan sesama manusia.

“Perbedaan dalam aspirasi politik adalah hal yang umum yang harus dilihat sebagai berkah dalam kehidupan suatu bangsa dan negara, dan bukan penyebab saling kemarahan, kesalahpahaman, fitnah, dan penghinaan,” katanya.

Hari Lebaran 2018 diperkirakan akan jatuh pada hari Jumat, 15 Juni. Tetapi pemerintah masih belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait.

Maruf juga meminta pemerintah dan polisi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, baik pada malam sebelum Idul Fitri dan pada saat sholat Idul Fitri di lapangan, masjid, atau tempat lain.

“Kami mengingatkan orang-orang, terutama ketika menggunakan media sosial untuk tidak menyebarkan informasi yang mengandung kebohongan, fitnah, aib, pidato kebencian, dan sebagainya,” katanya.

Check Also

INILAH MENURUT PDIP TENTANG PROGRAM ANIES BASWEDAN

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dewan Legislatif Jakarta (DPRD) kembali mengkritik Gubernur …