Monday , December 11 2017
Home > Gaya hidup > NEGARA YANG INTOLERANSI PALING TINGGI TERHADAP AGAMA, BUNDAYA, DAN RAS
NEGARA YANG INTOLERANSI PALING TINGGI TERHADAP AGAMA, BUNDAYA, DAN RAS
NEGARA YANG INTOLERANSI PALING TINGGI TERHADAP AGAMA, BUNDAYA, DAN RAS

NEGARA YANG INTOLERANSI PALING TINGGI TERHADAP AGAMA, BUNDAYA, DAN RAS

Pada saat berita utama media menunjukkan lonjakan intoleransi global, inilah beberapa kabar baik: kebanyakan orang di seluruh dunia tidak mengatakan bahwa mereka percaya bahwa satu ras, agama atau budaya lebih baik daripada yang lain lagi.

Itulah temuan sebuah jajak pendapat WIN / Gallup International multi-negara yang dilakukan pada akhir tahun lalu dan diterbitkan pada minggu ini. Mayoritas orang dan lebih dari separuh dari 66 negara yang disurvei mengatakan bahwa tidak ada yang namanya superioritas rasial, religius atau budaya.

Tapi terbitan ini banyak, dan segelintir, yang kesemuanya adalah negara-negara bermasalah dengan negara berkembang, mengatakan bahwa keunggulan tidak berjalan.

“Secara keseluruhan, toleransi global terhadap perbedaan ras, agama dan budaya adalah norma yang mendominasi,” kata Kancho Stoychev, presiden Gallup International Association, dalam sebuah pernyataan. “Pengecualian dari norma ini terjadi di negara, negara atau wilayah dengan konflik internal atau eksternal yang serius.”

Temuan ini memberikan beberapa dasar untuk optimisme bahkan di tengah meningkatnya laporan berita tentang serangan yang terkait dengan intoleransi. Sejak pekan lalu, seorang pria yang meneriakkan slogan-slogan anti-Muslim membunuh dua orang di Portland, Oregon, seorang pelaku bom bunuh diri membunuh 22 orang di sebuah konser di Manchester, Inggris dan orang-orang bersenjata menembaki 26 orang Koptik Kristen di provinsi Minya, Mesir.

Survei tersebut juga bertepatan dengan sebuah laporan yang dikeluarkan minggu ini oleh Institute of Economics and Peace yang mengatakan meski terjadi konflik di Timur Tengah, terorisme di Eropa, dan bangkitnya partai-partai nasionalis, dunia justru menjadi lebih damai. Pada saat yang sama, laporan tersebut menemukan bahwa AS turun paling banyak di antara negara-negara yang damai.

Menurut survei Gallup International yang melaporkan Bloomberg, mayoritas nasional yang setuju atau sangat setuju bahwa keunggulan ada yang lebih mungkin untuk berbagi kepercayaan tersebut di antara kategori agama, ras dan budaya. Ke delapan negara yang percaya di mana yang paling banyak terjadi adalah Paraguay, Bangladesh, wilayah Palestina, Ghana, Lebanon, Nigeria, Indonesia dan Macedonia.

 

Check Also

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

TANGGAPAN GOLKAR AKAN DUA KUASA HUKUM NOVANTO YANG LARI

Ketua Umum non aktif Partai Golkar  Setya Novanto ditinggalkan oleh kedua kuasa hukumnya yakni Otto …