News

NELAYAN MENGINGINKAN KANDIDAT PRESIDEN UNTUK MEMPERDEBATKAN MASALAH KELAUTAN

NELAYAN MENGINGINKAN KANDIDAT PRESIDEN UNTUK MEMPERDEBATKAN MASALAH KELAUTANNELAYAN MENGINGINKAN KANDIDAT PRESIDEN UNTUK MEMPERDEBATKAN MASALAH KELAUTAN

NELAYAN MENGINGINKAN KANDIDAT PRESIDEN UNTUK MEMPERDEBATKAN MASALAH KELAUTAN – Serikat Nelayan Tradisional Indonesia saat ini mendesak Komisi Pemilihan Umum untuk mengangkat topik bahari selama debat calon presiden mendatang. Proposal telah diajukan melalui petisi online yang dimulai pada hari Rabu, 9 Januari 2019 di change.org.

Sekretaris Jenderal serikat, Iing Rohimin, mengatakan sumber daya kelautan memainkan peran penting dalam ekonomi, masyarakat, budaya, geopolitik, pertahanan dan keamanan negara.

Mengatakan bahwa negara Indonesia saat ini memiliki garis pantai yang panjang karena sejumlah besar pulau ditambah dengan wilayah perairan yang luas dibandingkan dengan daratan, Iing Rohimin mengatakan ia percaya bahwa setiap pengembangan di masa depan harus fokus pada masalah kelautan.

Ini penting karena masyarakat harus bisa juga menilai arah pembangunan, katanya dalam sebuah pernyataan, pada hari Jumat, 11 januari 2019.

Dalam empat tahun terakhir, katanya, pemerintahan Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Pak Jokowi telah melaksanakan visi utama Indonesia sebagai “tumpuan maritim global” (GMF), jadi dia percaya bahwa akan penting bagi calon presiden yang berkuasa untuk menjelaskan prestasi dan tegaskan kembali agenda maritimnya.

Baca Juga : TITO KARNAVIAN MENDESAK INVESTIGASI TERHADAP KASUS ANCAMAN BOM KPK

NELAYAN MENGINGINKAN KANDIDAT PRESIDEN UNTUK MEMPERDEBATKAN MASALAH KELAUTAN – Jokowi meluncurkan aspirasi maritimnya yang ambisius dari GMF selama KTT Asia Timur di Myanmar pada tahun 2014, berjanji untuk memanfaatkan keuntungan geografis Indonesia.

Di sisi lain, kata Rohimin, rival Bapak Jokowi, Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno, dapat mengevaluasi kinerja petahana sambil memperkenalkan misi baru dan program maritim yang mereka anggap lebih baik.

Kami ingin berdebat tentang masalah maritim Indonesia yang dapat mengarah ke arah yang baik bagi bangsa dan negara kepulauan, katanya.

Sementara itu, Riefqi Muna dari Institut Ilmu Pengetahuan Indonesia mengatakan juga bahwa dia yakin masih banyak yang harus dilakukan untuk mewujudkan ambisi maritim presiden Jokowi yang tinggi.

Riefqi Muna mengatakan harus ada pemikiran strategis yang lebih kuat dan terformulasi dengan baik di berbagai lembaga-lembaga pemerintah ketika datang ke diplomasi maritim.

Dengan tagline sebesar ‘tumpuan maritim global’ ada banyak lagi yang bisa diharapkan dari upaya diplomatik Indonesia, katanya.

Leave a Reply