Saturday , March 23 2019
Home > News > NESTAPA DI PASUNG KARENA SELAMA TIGA TAHUN GANGGUAN MENTAL
NESTAPA DI PASUNG KARENA SELAMA TIGA TAHUN GANGGUAN MENTAL
NESTAPA DI PASUNG KARENA SELAMA TIGA TAHUN GANGGUAN MENTAL

NESTAPA DI PASUNG KARENA SELAMA TIGA TAHUN GANGGUAN MENTAL

NESTAPA DI PASUNG KARENA SELAMA TIGA TAHUN GANGGUAN MENTAL – Bocah asal Kecamatan Setu, Kota Tanggerang Selatan, ZKA (10) terpaksa harus menjalani hidup dalam keterbatasan selama hampir tiga tahun belakangan ini dia menjadi korban pemasungan oleh orang tua nya sendiri karena di anggap meresahkan. Pemasungan dilakukan karena ZKA mengidap gangguan mental dan cacat fisik.

Setelah selama tiga tahun mengalami hidup dalam pemasungan oleh orang tua, dengan kaki terantai di atas kasur, ZKA akhirnya bisa hidup normal kembali. Hal ini usai Dinas Sosial Tangsel mendapat laporan warga di sekitar rumah orang tuanya.

NESTAPA DI PASUNG KARENA SELAMA TIGA TAHUN GANGGUAN MENTAL

Dinas Sosial Kota Tanggerang Selatan menyambangi rumah orang tua ZKA, sang anak langsung di bawa ke rumah singgah dilakukan perawatan dan pengobatan.”Ini karena ketidak mampuan ekonomi keluarga, kemudian motif agar tidak mengganggu orang lain,” ucap Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman saat di konfirmasi, Kamis (14/3).

Wahyu mengatakan aktifitas pemasungan yang di lakukan yang di lakukan orang tua terhadap ZKA, tidak terdeteksi hamper tiga tahun. Sehingga luput dari pengetahuan Dinas Sosial untuk menyertakan bantuan social dari pemerintah.

NESTAPA DI PASUNG KARENA SELAMA TIGA TAHUN GANGGUAN MENTAL

“Selama ini tidak terdeteksi dan tidak termonitor, karena memang di sembunyikan keluarganya. Sekarang karena kondisi orang tuanya sakit parah, ada warga yang melaporkan,” ucap Wahyu. Menurut Wahyu, tindakan pemasungan terhadap anak dengan alasan apapun tidak dapat di benarkan.

“Pemasungan sama sekali tidak di benarkan. Maka maka anak itu kita layani, kita rawat. Orang tua nya juga akan kita berikan pemahaman terkait pemasungan anaknya,”ucapnya. Petugas Dinas Sosial mengakui jika ZKA mengalami gangguan mental dan kecacatan fisik (difabel) bawaan lahir. Bahkan saat disambangi petugas Sosial ke rumahnya, ZKA dalam kondisi memprihatinkan. Dengan kaki terpasung terlilit rantai, tanpa sehelai benang pun menempel di badannya.

BACA JUGA : ANIES AKAN SELALU MENGGUNAKAN MRT SAAT PULANG DAN PERGI TUGAS

“Jadi dia hanya berada di atas kasur, tidak berpakaian, bahkan buang air dan kecil di atas kasur tempat dia di pasung,”ucapnya. Untuk proses selanjutnya, lanjut Wahyu, ZKA akan di layani di rumah singgah dengan di berikan perhatian khusus dan bimbingan khusus.”untuk mengembalikan kepercayaan dirinya, kemudian kita latih untuk mandiri,”terangnya.

Untuk sementara ini orang tua ZKA yang sedang sakit, akan di masukkan ke dalam basis dan terpadu kemiskinan.”Ini akan kita usulkan juga untuk mendapatkan bantuan Pemerintah, KPM BPNT, PKH atau jamsosratu.nanti nama nya terlebih dahulu terealisasi,”jelas dia.”Sementara untuk kesehatan orang tuanya, biaya rumah sakit sudah di cover BPJS dan tindakan RSUD Tangsel,”sambung Wahyu.

Check Also

AKTIVITAS SALAT DI DEPAN MASJID CHISTCHURCH DI KAWAL OLEH WARGA

AKTIVITAS SALAT DI DEPAN MASJID CHISTCHURCH DI KAWAL OLEH WARGA

AKTIVITAS SALAT DI DEPAN MASJID CHISTCHURCH DI KAWAL OLEH WARGA – Warga Selandia Baru beramai-ramai …