Wednesday , December 19 2018
Home > News > ORANG TUA KORBAN PEMBUNUHAN SEKELUARGA DI MAKASSAR KECEWA
ORANG TUA KORBAN PEMBUNUHAN SEKELUARGA DI MAKASSAR KECEWA

ORANG TUA KORBAN PEMBUNUHAN SEKELUARGA DI MAKASSAR KECEWA

ORANG TUA KORBAN PEMBUNUHAN SEKELUARGA DI MAKASSAR KECEWA – Haji Amiruddin (52), ayah dari Muhammad Fahri alias Desta (25), salah satu korban tewas dalam peristiwa satu keluarga oleh para pelaku dengan cara membakar rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Senin dini hari (6/8) mengaku kecewa terhadap proses hukum yang menewaskan enam anggota keluarga.

Di temui di Pengadilan Negara (PN) Makassar usai sidang perdana dengan sidang pembacaan dakwaan oleh tim JPU di hadapan Majelis Hakim, Rabu (5/12), Amiruddin mengatakan, tiga orang pelaku yang tadinya sebagai tersangka oleh polisi tapi kini hanya saksi, akan di hadirkan sebagai saksi saat sidang-sidang pemeriksaan nanti.

“tadi saya dengar jaksa saat bacakan dakwaan kalau tiga orang pelaku yang sekarang berstatus saksi akan di hadirkan dalam persidangan, Wardi, Haidir Muttalib dan Riswan. Kami kecewa, seharusnya mereka itu tetap tersangka supaya hari ini ikut jadi terdakwa,”kata Haji Amiruddin.

ORANG TUA KORBAN PEMBUNUHAN SEKELUARGA DI MAKASSAR KECEWA

Amiruddin mengungkap , dia sempat konsultasi ke penyidik Polrestabes yang menangani kasus pembunuhan sadis keluarga itu. Dirinya mempertanyakan tiga pelaku yang di bebaskan dari status tersangka penganiayaan sebelum pembunuhan itu terjadi. Dan jawaban penyidik bahwa tiga orang itu, Wandi, Haidir Muttalib dan Riswan di bebaskan karena tidak ada bukti visum penganiayaan tersebut terhadap Muhammad Fahri alias Desta.

“Katanya sesuai undang-undang karena sampai batas waktunya tidak ada bukti visum dan bukti lainnya memberatkan makan tiga orang itu di bebaskan dari status tersangka. Padahal menurut kami, mereka itu tetap harus jadi tersangka karena selain menganiaya, mereka juga tidak tahu bahwa awal kejadian. Bahkan mereka yang menunjukkan rumah kakek yang di situ ada anak saya, Fahri,”kata Haji Amiruddin.

BACA JUGA : BARU PERTAMA KALI MENJALANI BISNIS SABU LIMA PELAKU DI TANGKAP

Dia berharap, akhir dari sidang kasus pembunuhan anggota keluarga itu adalah jatuhnya putusan dari majelis hakim berupa hukuman mati bagi pelaku. Adapun dalam sidang perdana kasus tersebut petang tadi, Rabu, (5/12), hanya mendudukan dua terdakwa, Andi Ilham Agsari, (23) dan Zulkifli Amir (22). Dalam dakwaan Tim JPU, keduanya inilah yang berperan sebagai eksekutor pembunuhan.

Check Also

BANJIR DI RIAU MENYEBABKAN WARGA KAMPAR TERSERANG PENYAKIT

BANJIR DI RIAU MENYEBABKAN WARGA KAMPAR TERSERANG PENYAKIT

BANJIR DI RIAU MENYEBABKAN WARGA KAMPAR TERSERANG PENYAKIT – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat, sebanyak …