Sunday , July 22 2018
Home > News > PARA PEJABAT MENYERUKAN KATA TENANG DIATAS BARISAN MENARA DI JAYAPURA
PARA PEJABAT MENYERUKAN KATA TENANG DIATAS BARISAN MENARA DI JAYAPURA
PARA PEJABAT MENYERUKAN KATA TENANG DIATAS BARISAN MENARA DI JAYAPURA

PARA PEJABAT MENYERUKAN KATA TENANG DIATAS BARISAN MENARA DI JAYAPURA

SaranaNKRI PARA PEJABAT MENYERUKAN KATA TENANG  DIATAS BARISAN MENARA DI JAYAPURA Polisi Jayapura mengatakan pada hari Senin, bahwa keamanan di kabupaten dan di Papua pada umumnya terkendali setelah Asosiasi Gereja Jayapura melakukan demonstrasi melalui surat ketinggian menara masjid Al-Aqsa di Sentani, Kabupaten Jayapura. Baris menara tidak mempengaruhi keamanan di sana, kata polisi.

“Orang-orang melakukan kegiatan mereka seperti biasa, tidak dikenal oleh surat tersebut. Pemerintah kabupaten, polisi dan forum antaragama di Jayapura telah melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan konflik tersebut” kata Kapolda Jayapura Adj. Sr. Tuan Victor Dean Mackbon.

Kepala Nahdlatul Ulama di Papua, Toni Wanggai, meminta semua orang, terutama Muslim, untuk tetap tenang dan tidak membiarkan demonstrasi memprovokasi mereka. Dia mengatakan organisasinya sedang dalam pembicaraan dengan asosiasi gereja dan pemerintahan Jayapura.

Baca Juga : TRUMP MEMBERI HUKUMAN MATI KEPADA PENGEDAR NARKOBA

“Kami yakin bisa menemukan solusi yang bagus. Papua memiliki rekam jejak yang baik dalam berkomunikasi dan mencari solusi atas berbagai masalah, “kata Toni.

Dia mengatakan surat itu kemungkinan dikeluarkan setelah terjadi putusnya komunikasi. John Gobay dan Penasihat Papua, mengatakan bahwa demonstrasi dari gereja tersebut tidak merusak hubungan antaragama di Papua. “Saya pikir ini tentang beberapa miskomunikasi, kami berharap ini tidak akan seperti di provinsi lain, di mana kelompok menolak pembangunan tempat ibadah agama-agama lain” katanya.

PARA PEJABAT MENYERUKAN KATA TENANG  DIATAS BARISAN MENARA DI JAYAPURA Aman Hasibuan, seorang penduduk Sentani, mengatakan bahwa dia melakukan kegiatan rutinnya seperti biasa dan orang lain juga melakukan hal yang sama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pada hari Minggu bahwa protes itu bisa menghasilkan dialog. Siaran pers kementerian tersebut menyatakan bahwa surat tersebut mencakup permintaan untuk membongkar menara karena lebih tinggi daripada gereja-gereja di daerah tersebut. Dalam surat itu, asosiasi mengatakan ingin menara itu menjadi lebih rendah.

“Saya telah berkomunikasi dengan tokoh Muslim di Papua, kepala Komuni Gereja Indonesia dan Forum Antar Agama Papua untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Baca Juga :  AS BERGERAK UNTUK MENGURANGI NIKOTIN DALAM ROKOK

Dia mengatakan dalam menyelesaikan masalah ini, setiap orang harus mengikuti hukum yang berlaku, hukum adat dan nilai-nilai lokal. Ditandatangani oleh ketua Perhimpunan Gereja Jayapura, Robbi Depondoye, asosiasi tersebut memberikan tenggat waktu 14 hari kepada pemerintah kabupaten, atau mereka akan mengambil tindakan sendiri.

Pada bulan Juli 2015, terjadi perselisihan antara umat Kristen dan Muslim saat Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua. Setelah kedatangan polisi, sejumlah tembakan peringatan dipecat dan situasi memburuk menjadi sebuah kerusuhan. Sejumlah kios dan rumah-rumah dan ruang doa kecil dibakar dalam insiden itu. Satu tewas dan 11 lainnya dilaporkan terluka akibat tembakan.

Check Also

YUSUF KALLA MEMBERI KESAKSIAN TENTANG HAKNYA UNTUK MENCALONKAN DIRI SEBAGAI WAKIL PRESIDEN

YUSUF KALLA MEMBERI KESAKSIAN TENTANG HAKNYA UNTUK MENCALONKAN DIRI SEBAGAI WAKIL PRESIDEN

YUSUF KALLA MEMBERI KESAKSIAN TENTANG HAKNYA UNTUK MENCALONKAN DIRI SEBAGAI WAKIL PRESIDEN Wakil Presiden Jusuf …