Politik

PDIP BERGERAK KE PILGUB JABAR SERTA JATIM SETELAH 2 INCUMBENTNYA KALAH

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadapi kekalahan yang mengejutkan di Pilgub DKI Jakarta 2017. Dari hasil form C1 KPU DKI, jagoan PDIP, Ahok- Djarot yang kalah lebih dari 800 ribu suara atas pasangan Anies-Sandi.

Evaluasi tengah dilakukan PDIP dan tentunya PDIP tidak bakal kembali menerima kekalahan berikutnya. Sudah dua provinsi setidaknya partai pimpinan Megawati Soekarnoputri alami kekalahan menyakitkan, sebab incumbent yang kehilangan kuasa. Tidak hanya di DKI, di Provinsi Banten juga pasangan Rano Karno dan Embay kalah melawan Wahidin Halim dan Andhika.

Kini PDIP sedang bersiap menyasar kemenangan di Pilgub Jawa Barat dan Jawa Timur pada 2018. Dua pemilihan di kawasan ini juga bukan untuk mempertahankan kekuasaan, tapi mengambil kembali dari tangan PKS di Jawa Barat dan Partai Demokrat di Jawa Timur.

Dimulai dari Jawa Barat, telah beredar sejumlah nama calon gubernur di tanah pasundan ini. diantara lain Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Wagub Jabar Dedy Mizwar, Mantan Wagub Jabar Dede Yusuf, Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno juga mengatakan bahwa instruksi untuk melakukan penjaringan telah dikeluarkan sejak pekan lalu. Kini proses penjaringan tengah dilaksanakan. Selain Ridwan Kamil, terdapat juga beberapa nama lain dalam masa penjaringan ini.

“Terjaring dong (Ridwan Kamil). Penjaringan juga terdapat berbagai tokoh di Jawa Barat yang cukup bagus dan pasti masuk,” kata Hendrawan di Jakarta

Di Jawa Barat, PDIP tak pernah sekalipun berkuasa. Calon-calon terbaiknya selalu kalah. Agum Gumelar misalnya, kalah oleh calon Golkar yakni Dany Setiawan. Kemudian ada juga Rieke Diah Pitaloka yang bersama Teten Masduki, juga kalah oleh calon petahana Ahmad Heryawan dari PKS.

Selain Ridwan Kamil, PDIP juga mempunyai calon yang cukup banyak di antara lain yaitu Deddy Mizwar. Dia mengakui bahwa PDIP tidak mengalami kekurangan calon.

“Loh, banyak toh yang sudah mencalonkan? Deddy Mizwar dan juga Bupati Purwakarta, Walikota daerah Bekasi yaitu Nurul Arifin, jika perempuan. Dessy Ratnasari. Kalo internal ada TB Hasanuddin. Kita nggak kekurangan,” tegas Wakil Ketua Fraksi PDIP di DPR ini.

Di Jawa Timur, sejumlah nama juga sudah beredar digadang untuk menjadi penguasa. Seperti, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wagub Jatim Saefullah Yusuf alias Gus Ipul.

Jawa Timur juga memiliki sejumlah nama terkenal dari kader PDIP memang tampak mentereng. Namun sejarah mencatat, di sini, PDIP juga belum pernah merasakan kekuasaan. Selama 10 tahun belakangan, Jawa Timur dikuasai Soekarwo dari Partai Demokrat.

Hendrawan juga mengatakan jika di Jawa Timur banyak kader PDIP yang bisa diandalkan. Khofifah, kata dirinya , juga masuk radar untuk bisa dijadikan cagub Jatim pada 2018 nanti.

“Kader PDIP begitu banyak. Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, eks Walikota Batu, Bambang DH, banyak anggota DPR RI,” kata Hendrawan.

Baru NasDem saja yang telah mendeklarasikan diri mengusung Ridwan Kamil di Jawa Barat. Disaat ini, Ridwan juga terus bermanuver untuk mencari dukungan demi mendapatkan tiket berkuasa di gedung sate.

Sementara di Jawa Timur, partai-partai masih bungkam, termasuk para calonnya. Risma misalnya, dia memilih fokus membenahi Surabaya. Begitu juga dengan Khofifah yang mau kerja sebagai menteri sosial untuk membantu Presiden Joko Widodo

Leave a Reply