Thursday , November 22 2018
Home > News > PDIP BERHARAP KEJADIAN 27 JULI 1996 BISA DITUNTASKAN
PDIP BERHARAP KEJADIAN 27 JULI 1996 BISA DITUNTASKAN
PDIP BERHARAP KEJADIAN 27 JULI 1996 BISA DITUNTASKAN

PDIP BERHARAP KEJADIAN 27 JULI 1996 BISA DITUNTASKAN

Pada saat 27 Juli 1996 terjadi serangan yang terjadi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia
(PDI), Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat. Di serangan yang terjadi ini pun menimbulkan korban
jiwa sebanyak 5 orang ratusan lainnya luka-luka.

Dalam kejadian ini pun dinamakan Kudatuli atau Kerusuhan dua puluh tujuh Juli yang pada saat ini
berlangsung pada Sabtu Pagi. Pada saat itu juga kantor DPP sudah dikuasi oleh para pendukung
Megawati SoekarnoPutri yang diambil alih secara paksa oleh pendukung Soerjadi yang selaku
Ketuan Umum PDIP versi Kongres PDI di Medan.

Diduga kejadian ada keterlibatan antara Polri dan TNI. Namun kejadian yang berlangsung di Medan
ini pun membuat luar wilayah melakukan aktivitas ini. Terutama di Jakarta. Namun pemerintah pun
langsung memasukkan Pada aktivitis ini ke penjara dan untuk Sidjatmiko mendapatkan hukuman terberat yakni 13 tahun penjara.

Diduga saat itu Soeharto dan pembantunya sudah merekayasa kongres PDI yang ada di Kota Medan. Pada waktu itu mereka membuat Soerjadi menjabat sebagai Ketua Umum PDI. Dalam rekayasi ini diduga bertujuan untuk menggulingkan Megawati, Akan tetapi dalam penggulian ini justru menimbulkan hal sebaliknya. Para pendukung Megawati pun melawan.

Dari Informasi dan penyelidikan Komisi Hak Asasi Manusia menyatakan kalau ada 5 orang meninggal, 149 orang luka-luka, 136 orang ditahan. Mereka terlibat dalam kasus Hak Asasi Manusia. Kejadian ini pun dikenang pada 26 Juli 2017. PDIP membuat kegiatan untuk mengenang korban yang tewas di kejadian pada 21 Tahun yang lalu.

Dari Pihak PDIP pun berharap kalau ada pengakuan yang resmi dari negara tentang informasi korban jiwa. Pernyataan ini pun dinyatakan oleh Hasto Kristiyanto yang selaku Sekretaris Jenderal PDIP.

Hasto juga mengatakan “Pihak kami yang berharap ada kejujuran tentang jumlah korban dalam peristiwa Kudatuli ini. Karena Demokrasi ini berperan penting untuk Republik Indonesia. Jadi pihak kami berharap kalau kasus ini harus dituntaskan. Pemerintah Jokowi pun saat ini sudah membentuk tim khusus dalam peristiwa ini di Komisi lll DPR dan juga melalui komnas HAM.

Check Also

BPOM: Indonesia Unggul Dalam Pengembangan Teknologi Vaksin

BPOM: Indonesia Unggul Dalam Pengembangan Teknologi Vaksin

Indonesia, anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC), unggul dalam hal pengembangan teknologi vaksin, Kepala Badan Pengawasan …