Sunday , December 16 2018
Home > News > PELAKU HOMOSEKSUAL MEREKAM SAAT MENCABULI KORBANNYA
PELAKU HOMOSEKSUAL MEREKAM SAAT MENCABULI KORBANNYA
PELAKU HOMOSEKSUAL MEREKAM SAAT MENCABULI KORBANNYA

PELAKU HOMOSEKSUAL MEREKAM SAAT MENCABULI KORBANNYA

PELAKU HOMOSEKSUAL MEREKAM SAAT MENCABULI KORBANNYA – Cabuli bocah laki-laki hingga sebanyak enam kali, terhitung sejak Agustus hingga November 2018, Saidana Muharifin alias Alex (25), pelaku seks menyimpang warga kos di Jalan SMEA Gang SS, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur ini terpaksa saat ini berurusan dengan polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tak hanya berbuat tidak senonoh kepada korban, RA (14), warga Surabaya, si pelaku homo seksual itu juga telah melakukan ancaman kepada bocah yang menjadi korbanya. Korban masih duduk di bangku sekolah kelas SMP kelas IX.

PELAKU HOMOSEKSUAL MEREKAM SAAT MENCABULI KORBANNYA

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ryth Yeni mengatakan, kejadian yang telah di alami oleh korban bermula dari perkenalannya dengan pelaku di salah satu aplikasi media sosial.

Melalui dunia maya itu, pelaku merayu korbannya. Bahkan pelaku rela membayar ojek online untuk antar jemput korban di sekolahnya dan menteraktir nya untuk makan-makan.”Setelah korban mulai mempercayai pelaku, korban mau saja di ajak ke tempat kos pelaku di Jalan SMEA, Wonokromo,” terang Yeni di Mapoltabes Surabaya, Senin (19/11).

Nah, di tempat kos pelaku inilah mulai melakukan aksi pencabulan tersebut dan di sertai dengan ancaman kepada korbannya. Pelaku juga merekamkan kejadian pencabulan itu melalui handphone nya. “Dengan rekaman itu, pelaku melakukan ancaman jika korban menolak di cabuli akan pelaku sebar luaskan ke teman-teman sekolahnya dan korban kan disakiti,” Ungkapnya.

BACA JUGA : MINUM AIR PUTIH DIPAGI HARI LEBIH BAIK DARI PADA KOPI

“perbuatan pelaku ini sudah dilakukan sebanyak enam kali di tiap korban pulang sekolah sekitar pukul 14.00. semuanya kejadian pencabulan tersebut di lakukan di kos pelaku sejak bulan Agustus hingga 3 November,” sambung mantan Kanit PPA Polres Surabaya Timur ini.

Selanjutnya, berdasarkan laporan orang tua korban setelah mengetahui kejadian tak senonoh pelaku itu, polisi segera melakukan penangkapan.” Pelaku kami tangkap setelah kami mendapat laporan dari orang tua korban,” kata Yeni.

Pelaku sendiri, di hadapan penyidik mengaku memang telah menyukai korban dan memiliki niat untuk menggaulinya, meski sesama jenis.” Kami melakukannya atas dasar suka sama suka kok,” dalih pelaku pencabulan.

Namun, apapun dalihnya, pria asli Pekanbaru, Riau ini tetap akan di jerat Pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Check Also

KPK MENYEBUTKAN PENCEGAHAN KORUPSI DI MALANG MASIH RENDAH

KPK MENYEBUTKAN PENCEGAHAN KORUPSI DI MALANG MASIH RENDAH

KPK MENYEBUTKAN PENCEGAHAN KORUPSI DI MALANG MASIH RENDAH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap tidak …