Friday , May 25 2018
Home > News > PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP JURNALIS PALING SERING DIABAIKAN

PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP JURNALIS PALING SERING DIABAIKAN

Image result for pelecehan seksual pada wartawan

Pelecehan seksual terhadap wartawan telah terselesaikan dalam waktu yan cukup lama sehingga dianggap tidak bermasalah lagi saat ini, menurut pendukung kebebasan pers di Malaysia dan Indonesia.

Masalahnya telah diabaikan untuk waktu yang lama karena dianggap bukan isu penting atau telah ‘dinormalisasi’ sebagai bagian dari interaksi sehari-hari antara wartawan dan sumber berita mereka,” gerakan media Media Gerakan Merdeka (Geramm) Kuala Lumpur Kata Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang berbasis di Jakarta dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Portal berita independen Koresponden Asia melaporkan bahwa seorang politisi telah melecehkan perempuan wartawan wanita di Malaysia, Indonesia dan Filipina. Dua dari delapan jurnalis yang ditampilkan dalam laporan tersebut adalah orang Malaysia. Kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka percaya bahwa suara beberapa wartawan wanita yang berbagi cerita berarti bahwa sudah saatnya organisasi media merespons.

Ia juga mengatakan bahwa apa yang merupakan pelecehan seksual harus dijabarkan dengan jelas untuk memastikan bahwa ada saluran yang tepat untuk masalah semacam itu yang harus ditangani. Ini menyarankan agar organisasi media dan kelompok jurnalis mendidik rekan mereka tentang apa yang merupakan pelecehan seksual sehingga mereka dapat mengetahui hak mereka dan apa yang harus mereka lakukan dalam situasi seperti itu.

Ini juga menuntut agar semua sumber berita – terlepas dari status – menunjukkan rasa hormat terhadap wartawan yang bertugas. Kelompok tersebut menambahkan bahwa isu pelecehan seksual harus ditangani secara holistik. Meskipun kami mengakui pentingnya wartawan membangun hubungan dan komunikasi dengan para politisi, interaksi semacam itu juga harus didasarkan pada prinsip saling menghormati, katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk perilaku semacam itu.

Baru-baru ini, ketua National Union of Journalists Malaysia (NUJ) Mohd Taufek Razak mengatakan bahwa wartawan wanita tidak boleh memakai pakaian “terlalu terbuka atau seksi” dan berhati-hati terhadap perilaku mereka. Dia menambahkan bahwa wajar jika pria tertarik pada wanita dan wanita tertarik pada pria yang mereka sukai, dan inilah proses yang menentukan apakah hal ini menyebabkan pelecehan seksual. Pernyataannya sejak itu telah dikecam oleh aktivis perempuan dan wartawan karena mengalihkan kesalahannya kepada korban.

Check Also

Komnas HAM Perpanjang Waktu untuk Menyelidiki Penyerangan Pada Novel Baswedan

Komnas HAM Perpanjang Waktu untuk Menyelidiki Penyerangan Pada Novel Baswedan

Komnas HAM Perpanjang Waktu untuk Menyelidiki Penyerangan Pada Novel Baswedan – Komisi Nasional Hak Asasi …